Pages

Selasa, 06 Agustus 2013

GEORGE SOROS TRADING RULE

Top Ten George Soros Trading Rule



Sejenak mari kita mengesampingkan pendapat pribadi tentang George Soros dan politik dan hanya melihat apa yang dia katakan tentang bagaimana untuk bertrading yang sukses.
Pada tanggal 16 September 1992 – kemudian dijuluki “Black Wednesday” – hari dimana pemerintah Inggris meninggalkan Tingkat Mekanisme Bursa Eropa (ERM), dan pound terdevaluasi hingga 20%.
George soros menghasilkan lebih dari $ 1,2 milyar untuk tradingnya Short sterling dan dijuluki “The Man Who Broke Bank ofEngland.”
Hedge Fund Quantum miliknya telah membukukan return rata-rata sekitar 20 persen per tahun sejak tahun 1969.
Ini adalah hasil yang luar biasa, dan salah satu yang terbaik yang pernah dicapai. Bertahun-tahun ia secara pribadi menjalankannya dengan membukukan return 30% dan dua tahun dengan return 100% yang menakjubkan.

Berikut 10 perkataan George Soros dalam hal ber trading … …

Manajemen Risiko
“Saya hanya kaya karena saya tahu ketika saya salah … Saya pada dasarnya bisa bertahan dalam forex dengan mengenali kesalahan saya.”
“Pendekatan saya dapat berhasil, bukan dengan membuat prediksi yang valid tetapi dengan bersedia untuk memperbaiki yang salah.”

Psikologi Trader
“Ini bukan apakah Anda benar atau salah yang penting, tapi berapa banyak uang yang Anda buat ketika Anda benar dan berapa banyak Anda loss ketika anda salah.”
“Pasar selalu berada di sisi keserakahan (greed) atau ketakutan (fear). Sekarang keserakahan memiliki sisi yang lebih baik, yang cukup baik (bagi investor) asalkan tidak keluar dari aturan, ”
“Sekali kita menyadari bahwa pemahaman tak sempurna merupakan kondisi manusia,  maka tidak ada rasa malu untuk menjadi salah, yang ada hanyalah gagal untuk memperbaiki kesalahan kita.”

Metode
“Semakin buruk situasi terjadi, semakin sedikit waktu yang dibutuhkan untuk berbalik”
“Jika investasi itu menghibur, jika Anda bersenang-senang, Anda mungkin tidak akan menghasilkan uang. Investasi yang baik adalah yang membosankan. ”
“Pasar terus-menerus dalam keadaan ketidak pastian dan fluks, dan uang dihasilkan dengan mendiskon yang jelas dan bertaruh pada yang tak terduga.”
“Kami mencoba untuk menangkap trend baru lebih awal dan pada tahap berikutnya kami mencoba untuk menangkap pembalikan trend. Oleh karena itu, kita cenderung untuk menstabilkan daripada mengacaukan market. Kami tidak melakukan hal ini sebagai layanan publik. Ini adalah gaya kami menghasilkan uang. ”
“market keuangan pada umumnya tidak bisa ditebak. Sehingga orang harus memiliki skenario yang berbeda … Gagasan bahwa Anda benar-benar bisa memprediksi apa yang akan terjadi bertentangan dengan cara saya melihat market. ”
Apapun yang anda pikirkan tentang George Soros secara pribadi dan politik, saya percaya ada banyak kebijakan dalam kata-katanya, yang dapat membantu trader mencari  kesuksesan dalam market, dengan lebih mendekati dalam mendapatkannya.
Oke, sekarang Anda dapat membawa kembali pandangan politik Anda dan merasakan apa yang Anda mungkin pikir tentang George Soros dan cita-cita politiknya.

PILIHAN BERINVESTASI DAN RESIKO BERINVESTASI

Pilihan Berinvestasi dan Resiko Berinvestasi

Apabila anda melakukan investasi, sebenarnya terdapat dua pilihan dalam melakukan investasi, yakni secara periodik, maupun investasi hanya dengan melakukan sekali saja. Dimana keduanya dapat memberikan nilai investasi yang sama. Tinggal bagaimana anda memilih mana yang sesuai dengan keadaan keuangan yang anda miliki.sedangkan untuk pengertian dari dua pilihan jenis Investasi, bisa anda pahami dibawah ini :

Skala Periodik
Bila berinvestasi secara periodik, berarti anda melakukan investasi secara rutin. Dimana anda bisa melakukan investasi dengan jangka waktu setahun sekali, enam bulan sekali, atau bahkan sebulan sekali. Beberapa orang ada yang berinvestasi setiap satu atau dua minggu sekali. Namun yang penting disini adalah bahwa yang dimaksud dengan periodik adalah melakukan investasi secara rutin. Secara umum, melakukan investasi secara periodik adalah cara yang paling ampuh untuk mengejar target dana yang besar disuatu hari kelak. Anda tak perlu memiliki jumlah dana yang besar pada saat ini, namun anda cukup hanya menyisihkan sebagian kecil dari penghasilan anda untuk lalu diinvestasikan kedalam sebuah produk investasi. Lama kelamaan, anda akan memiliki saldo investasi yang begitu besar, karena anda juga akan mendapatkan bunga.
Dengan melakukan investasi secara periodik sama seperti seorang tukang bangunan yang sedang membuat dinding. Apa yang ia lakukan adalah mengambil sebuah batu bata, kemudian mengoleskannya dengan semen, lalu menempelkannya. Ambil lagi sebuah batu bata, memberikan semen, dan menempelkannya disebelah kiri maupun kanan batu bata yang tadi. Begitu seterusnya sampai ia bisa menyelesaikan satu lapis. Setelah itu, ia akan melanjutkannya dengan lapis kedua. Lapis kedua selesai, dilanjutkan dengan lapis ketiga. Dan begitu seterusnya. Dengan begitu lama kelamaan, anda akan melihat sebuah dinding. Persis seperti itulah gambarannya apabila anda berinvestasi secara periodik. Hanya bedanya, dengan berinvestasi, anda juga mendapatkan bunga. Sementara tukang bangunan tadi, tidak mendapatkan ‘bunga’. Yang ia lakukan hanyalah seperti menabung kedalam celengan saja secara rutin. Tetapi prinsipnya sama saja: sedikit demi sedikit, akan menjadi bukit.

Hanya Sekali Saja
Anda juga bisa berinvestasi sekali saja (lump sum). Artinya, anda cukup memasukkan uang sekali saja kedalam sebuah produk investasi. Deposito, umpamanya, anda endapkan selama, katakanlah sepuluh tahun. Setiap tahun, anda akan mendapatkan bunga yang bisa ditambahkan keuang pokok. Kemudian didepositokan lagi sehingga bunganya makin lama makin besar. Tapi, selama anda tidak pernah menyentuhnya, sampai selama sepuluh tahun. Setelah sepuluh tahun, anda akan memiliki jumlah dana yang sangat besar.
Berinvestasi secara lump sum sama persis seperti kalau anda naik kesebuah gunung bersalju. Dari atas, anda mengambil sekumpulan salju dengan tangan anda, lalu membentuknya menjadi sebuah bola. Setelah itu, anda lepaskan bola salju tersebut dari atas, untuk digelindingkan ke bawah. Apa yang terjadi ? Dalam perjalanannya dari atas sampai kebawah, bola salju tersebut makin lama akan semakin besar.
Dan pertumbuhan bola salju itu persis seperti deret ukur : 1, 2, 4, 8, 16, 32, 64, 128, 256, 512, 1024, 2048, 4096, dan seterusnya. seperti itulah gambarannya apabila anda berinvestasi dengan cara lump sum. Gunakan Hukum 72 Kapan investasi anda akan berlipat menjadi dua ? Jikalau anda melakukan investasi sekali saja, maka ada saatnya jumlah investasi anda akan berlipat dua. Sebagai contoh, bila anda menginvestasikan Rp 1 juta pada deposito yang mampu memberikan suku bunga sebesar 12% per-tahun (di-roll over setiap tahun), maka uang Rp 1 juta anda akan berlipat dua dalam waktu enam tahun. Cara menghitungnya ialah dengan menggunakan “Hukum 72″. Bagi angka 72 dengan suku bunga (misalnya 12%) dari produk investasi anda. Sebagai contoh: (72/12) x 1 tahun = 6 tahun. Itulah jangka waktu yang dibutuhkan agar investasi anda dapat berlipat dua.
Resiko Berinvestasi yang Paling Ditakutkan ”Beranikah saya mengambil risiko dalam berinvestasi ?” Mungkin pertanyaan ini sering terlontar bila anda sedang menimbang-nimbang untuk melakukan investasi. Katakan anda punya uang Rp 10 juta, dan anda bingung apakah akan menaruhnya dibank atau ditempat lain. Kalau ditaruh dibank, anda mungkin merasa aman. Tetapi kadang-kadang, tawaran investasi ditempat lain seringkali cukup besar dan sangat menggoda, sehingga kadang-kadang menakutkan untuk anda lakukan.
Yang namanya investasi pasti memiliki resikonya masing-masing. Nah, dari pengalaman saya selama ini, biasanya hanya ada tiga (3) risiko yang paling ditakutkan orang ketika mereka melakukan berinvestasi :

1. Turunnya Nilai Investasi

Risiko yang paling ditakuti oleh orang ketika berinvestasi pada umumnya adalah “Apakah uang saya akan hilang ?” Kebanyakan orang mungkin menjawab “tidak” kalau ditanya seperti itu. Iyalah, mana ada, sih orang yang mau kehilangan uangnya ? Akan tetapi, masalahnya, yang namanya resiko pasti ada dalam setiap jenis investasi. Hanya bedanya adalah di ukurannya. Ada produk investasi yang risikonya cukup besar, ada yang sedang, dan ada pula yang kecil. Itu semua mungkin butuh pembahasan yang khusus. Sekarang kalau anda berinvestasi, seberapa besar penurunan nilai yang bersedia anda tanggung bila anda mengalami kerugian – 10 persen – 30 persen ? 50 persen ? atau mungkin hingga 100 persen ? Berapapun besar kerugian yang bersedia anda tanggung, ingatlah, itu adalah bagian dari berinvestasi. Jangan pernah mengharapkan anda akan terus-menerus untung. Yang namanya kerugian, sesekali memang harus dialami. Kalau enggak mengalami, ya enggak belajar, betul tidak ?

2. Sulitnya Produk Investasi Untuk Dijual
Risiko kedua yang paling ditakuti oleh orang ketika berinvestasi adalah apakah, produk investasi yang dibelinya itu akan mudah untuk dijual kembali. Beberapa orang mungkin senang berinvestasi kepada emas karena emas dianggap mudah untuk dijual kembali. Akan tetapi, ada juga orang yang berinvestasi kedalam mata uang dolar Amerika, dan dolar tersebut cepat-cepat dimasukkannya ke bank. Ini karena bila dolar itu disimpan dilemari, maka kondisi fisik dari uang kertasnya mungkin akan menurun, dan itu kadang-kadang akan menyulitkan bila suatu saat dolar itu hendak dijual kembali. Maklum, beberapa bank seringkali tidak mau membeli mata uang asing apabila kondisi uang kertasnya robek, rusak atau kumal.
Contoh lain dari produk investasi yang tidak selalu mudah untuk dijual kembali adalah barang-barang Koleksi. Barang-barang koleksi pada umumnya tidak selalu mudah untuk dijual kembali karena pasar para pembeli barang-barang ini sangat spesifik. Lukisan misalnya. Karena pasarnya yang spesifik, tidak selalu mudah dalam menjual lukisan. Tapi, sekali terjual, bisa saja harganya sangat tinggi dan memberikan untung yang lumayan buat orang yang menjualnya. Maka, sebelum anda memutuskan untuk berinvestasi, ketahui lebih dulu seberapa mudahnya produk investasi yang akan anda pilih agar bisa dijual kembali. Jangan sampai anda berinvestasi tapi tidak bisa menjualnya, karena barangnya memang sulit untuk dijual kembali.

3. Hasil Investasi yang Diberikan Tidak Sebesar Kenaikan Harga Barang dan Jasa
Coba anda bayangkan apabila anda berinvestasi pada deposito yang memberikan bunga 10 persen setahun, sedangkan dalam setahun harga barang dan jasa malah naik 15 persen ? Hal ini seringkali terjadi, bukan karena terlalu tingginya kenaikan harga barang dan jasa, melainkan karena produk yang dipilih itu sendiri belum tentu sesuai. Beberapa dari anda mungkin menginginkan produk investasi yang aman dan konservatif. Tetapi, konsekuensinya ialah bahwa Hasil Investasi yang didapat mungkin saja tidak bisa menyamai kenaikan harga barang dan jasa. Kalau itu terus anda alami dari tahun ketahun, maka anda akan mengalami bangkrut. Apa yang harus anda lakukan untuk menghadapi risiko ini ? Jangan menutup diri terhadap informasi. Pelajari produk-produk jenis investasi lain yang mungkin anda belum tahu, dan setelah itu cobalah masuk ke situ dengan mempertimbangkan segala konsekuensinya. Dengan begitu anda pasti bisa mengatasi tingginya kenaikan harga barang dan jasa dengan berinvestasi pada produk yang memang berpotensi untuk bisa memberikan hasil yang lebih tinggi dibanding kenaikan harga barang.
Semoga uraian pada artikel kali ini dapat membantu anda dalam memilih jenis Investasi yang akan anda lakukan dikemudian hari. Selama ber-Investasi.

RISK MANAGEMENT & MONEY MANAGEMENT

Risk Management & Money Management

 

Risk management alias manajemen resiko. Resiko merupakan bagian yang tak perpisahkan dari setiap bisnis. Tidak ada bisnis yang bebas dari resiko. Ingatlah hal ini.
Apa resiko yang harus dihadapi setiap bentuk bisnis? Rugi. Demikian juga dengan trading. Bahkan tingkat resikonya sangat tinggi. Namun tingkat resiko yang tinggi itulah yang juga menjadikan trading sebagai bisnis yang menawarkan peluang keuntungan yang tidak kalah tinggi. Dengan demikian, pengetahuan mengenai manajemen resiko dan manajemen modal yang baik mutlak diperlukan.
Manajemen resiko adalah mengenai meminimalkan resiko dengan tujuan memaksimalkan peluang keuntungan. Dengan menerapkan manajemen resiko yang baik, Anda akan memiliki kontrol penuh atas uang Anda. Dibantu dengan manajemen modal yang baik, manajemen resiko akan membantu Anda untuk “menjinakkan” pasar yang liar.
Trading itu ibarat permainan catur. Anda tidak bisa memprediksi seratus persen akurat langkah apa yang akan diambil oleh lawan Anda. Begitu juga dengan trading. Anda tidak akan bisa mengetahui dengan pasti ke mana harga akan bergerak bahkan dalam satu jam ke depan. Salah satu penyebab kegagalan para trader pemula adalah ketidaktahuan mengenai dasar manajemen resiko yang baik.
Dalam chapter ini, Anda akan mempelajari mengenai manajemen resiko juga manajemen modal sebagai salah satu pilar dari 3M (Mind, Method, Money).

Risk Management Tools
Ada tiga metode risk management tools, yaitu: cut loss, switching, dan averaging.
  1. Cut Loss
Teknik ini dilakukan dengan cara menutup transaksi yang merugi sesegera mungkin dengan tujuan untuk menghindari resiko kerugian yang lebih besar.
Berikut ilustrasinya:
 
  1. Switching
Teknik dilakukan dengan cara menutup posisi yang rugi dan segera mengambil posisi baru yang searah dengan pergerakan harga selanjutnya. Idenya adalah untuk me-recovery kerugian yang diakibatkan oleh posisi transaksi sebelumnya. Teknik ini lebih efektif apabila dilakukan ketika terjadi perubahan arah harga yang cepat dan drastis.
Berikut ilustrasinya:
 
Lakukanlah teknik ini bila Anda sudah benar-benar yakin bahwa pasar akan bergerak cukup kencang, sebab dengan melakukan teknik ini berarti Anda membuka satu posisi baru lagi yang tentu dibayangi resiko kerugian jika ternyata pasar berbalik arah lagi. Kematangan analisis dan tingkat kesiapan mental turut mempengaruhi kesuksesan teknik ini.
  1. Averaging
Averaging (atau disebut juga sebagai ‘cost-averaging’) merupakan teknik manajemen resiko yang cukup ekstrim karena pada dasarnya teknik ini mencoba untuk “melawan” pasar. Ide dasarnya adalah pasar tidak mungkin bergerak ke satu arah saja untuk selamanya.
Berikut ilustrasinya:
 
Ingat: teknik ini sangat beresiko. Teknik ini sangat tidak dianjurkan bagi para trader yang memiliki dana minim.

Pengembangan Strategi Averaging
Setidaknya ada tiga teknik yang dikembangkan dari strategi averaging, yaitu pyramiding, martingale dan anti-martingale.
  1. Pyramiding
Pyramiding merupakan kebalikan dari cost-averaging. Jika pada cost averaging satu posisi terbuka ditambahkan setiap kali mengalami kerugian, maka dalam pyramiding posisi terbuka tersebut justru ditambahkan setiap kali mendapatkan keuntungan.
Berikut ilustrasinya:
 
Teknik ini akan efektif jka digunakan pada saat pasar berada dalam keadaan trending. Teknik ini tidak akan efektif bila Anda gunakan jika pasar berada dalam keadaan sideways.
  1. Martingale
Jika tadi Anda sudah mempelajari teknik averaging yang merupakan teknik yang ekstrim, maka teknik martingale ini merupakan teknik yang lebih ekstrim lagi. Dengan teknik ini, Anda bukan saja akan menambah posisi baru setiap mengalami kerugian namun juga melipatgandakan jumlah transaksinya.
Berikut ilustrasinya:
 
Berbeda dengan teknik pyramiding, teknik ini justru lebih efektif jika digunakan pada saat pasar dalam keadaan cenderung sideways.
  1. Anti-martingale
Teknik ini mirip dengan teknik pyramiding, hanya saja jumlah transaksinya dilipatgandakan setiap penambahan keuntungan. Teknik ini juga akan lebih efektif jika digunakan pada saat pasar dalam keadaan trending.
Berikut ilustrasinya:
 
Money Management

Money management ini sebenarnya merupakan bagian dari trading plan. Mengingat tingginya resiko yang akan Anda hadapi di pasar, maka Anda harus memiliki strategi pengelolaan dana yang tepat.
“OK. Saya paham bahwa manajemen modal itu penting. Lalu bagaimana semestinya saya mengelola modal saya?”
Apakah pertanyaan itu yang sekarang ada di benak Anda? :)
Sebenarnya ada banyak cara mengelola uang Anda, namun kuncinya tetaplah pembatasan resiko. Berikut ini adalah salah satu metode manajemen modal yang bisa Anda terapkan.
Anggaplah Anda memiliki dana sebesar $10,000 di akun Anda. Lalu Anda tetapkan resiko maksimal untuk setiap transaksi, katakanlah 5% per trade. Ini artinya adalah kerugian maksimal yang mungkin akan Anda derita setiap transaksi adalah sebesar 5% x $10,000 = $500. Jadi, resiko untuk setiap transaksi yang Anda lakukan tidak boleh lebih dari $500.
Seandainya transaksi pertama Anda mengalami kerugian, maka dana Anda masih tersisa sebesar $9,500. Nah, jika Anda ingin melakukan transaksi lagi dengan pembatasan resiko 5% per trade, maka resiko maksimum untuk transaksi selanjutnya adalah sebesar 5% x $9,500 = $475. Demikian seterusnya: pembatasan resiko sebesar 5% itu berdasarkan modal terakhir yang dimiliki.
Selain itu, ada baiknya Anda juga membatasi resiko maksimum dari modal Anda. Misalnya dengan dana $10,000 itu tadi Anda membatasi resiko sebesar 50%, maka sebaiknya Anda berhenti trading atau melakukan evaluasi jika Anda mengalami kerugian hingga $5,000.
Model manajemen modal yang dijelaskan di atas bisa kita sederhanakan dengan menggunakan tabel sebagai berikut.
Modal Awal : $10,000
Resiko Maksimum dari Modal Awal : $5,000 (50% dari modal awal)
Resiko per trade : 5%



Misalkan transaksi yang terjadi adalah sebagai berikut:
           Trade
                               Loss (USD)
Balance (USD)
1
500.00
9500.00
2
475.00
9025.00
3
451.25
8573.75
4
428.69
8145.06
5
407.25
7737.81
6
386.89
7350.92
7
367.55
6983.37
8
349.17
6634.20
9
331.71
6302.49
10
315.12
5987.37
11
299.37
5688.00
Total
4312.00
(Loss)
Berdasarkan manajemen modal di atas, Anda memiliki peluang untuk melakukan 11 kali transaksi sebelum mencapai resiko 50% dengan asumsi bahwa ke-11 transaksi tersebut loss semua. Masing-masing kerugian sebesar 5% dari Balance terakhir.
Risk-to-reward ratio
Setelah menetapkan pembatasan resiko, barulah kemudian tatapkan target profit Anda. Jika Anda menetapkan batasan resiko sebesar 5% seperti contoh di atas, maka sebaiknya target profit tidak lebih kecil daripada alokasi resikonya. Misalnya, jika resiko per transaksi Anda adalah sebesar 5%, maka Anda bisa menargetkan profit sekitar 6% atau 10% misalnya. Boleh saja jika Anda hanya menargetkan profit sebesar 5%, namun yang perlu Anda ingat adalah jangan sampai resiko menjadi lebih besar daripada peluang. Dengan kata lain, tidaklah bijaksana jika Anda menargetkan keuntungan hanya 4% sementara resiko Anda sebesar 5%.
Perbandingan antara resiko dengan potensi keuntungan ini biasa disebut dengan istilah “risk-to-reward ratio”. Misalnya, jika resiko transaksi Anda 5% namun target keuntungan Anda adalah 10%, maka “risk-to-reward ratio” Anda adalah 1:2.
Win-loss ratio
Sebagaimana yang telah Anda ketahui, tidak mungkin ada analisis yang selalu tepat. Ada saat-saat ketika prediksi Anda meleset. Pada keadaan seperti itu, sangat mungkin Anda akan mengalami kerugian.
Mari kita refresh lagi ingatan kita mengenai sistem trading. Sistem trading yang Anda gunakan haruslah sistem trading yang sudah Anda pelajari dan kuasai. Lebih penting lagi, sistem trading yang Anda gunakan haruslah sistem trading yang sudah terbukti profitable, dengan kata lain sistem bahwa tersebut memiliki akurasi yang cukup baik.
Apa artinya “akurasi yang cukup baik”?
Dengan istilah yang sederhana, tingkat akurasi suatu sistem trading bisa diukur melalui “win-loss ratio”.
Apa itu “win-loss ratio”?
“Win-loss ratio” adalah perbandingan antara transaksi profit dibandingkan dengan transaksi yang merugi. Sebagai contoh: sistem trading Anda menghasilkan lima kali profit dan lima kali loss dalam 10 kali transaksi berturut-turut. Ini artinya bahwa sistem trading yang Anda miliki memiliki win-loss ratio 1:1.
Tentu saja win-loss ratio 2:1 lebih baik daripada1:1, namun perlu disadari bahwa akurasi bukanlah segalanya dalam trading. Dengan bantuan money management dan risk-to-reward ratio yang baik, win-loss ratio 1:1 pun masih bisa menghasilkan akumulasi profit.
Bagaimana bisa?
Mari kita lihat skenario yang disajikan tabel berikut ini:
Modal Awal : $10,000
Resiko Maksimum dari Modal Awal : $5,000 (50% dari modal awal)
Resiko per trade : 5%
Target profit per trade : 6%

Hasil (misal):
Trade
P/L (USD)
Balance (USD)
1
-500.00
9500.00
2
-475.00
9025.00
3
541.50
9566.50
4
573.99
10140.49
5
-507.02
9633.47
6
578.01
10211.47
7
-510.57
9700.90
8
-485.04
9215.85
9
552.95
9768.81
10
480.00
10248.81
Total
248.81
(Profit)

Sebagai catatan, resiko per trade sebesar 5% tersebut di atas adalah angka maksimum. Bisa saja nantinya transaksi yang Anda lakukan hanya mengalokasikan resiko sebesar 4%atau lebih kecil lagi, tergantung pada situasi pasar atau kekuatan sinyal yang muncul dari sistem trading Anda.
Nah, pertanyaannya sekarang mungkin adalah: berapa lot per trade?
Untuk menjawab pertanyaan ini, Anda harus kembali lagi ke money management yang telah ditetapkan sebelumnya.
Misalnya Anda memiliki modal sebesar $10,000 dengan pembatasan resiko per transaksi adalah 5% ($500).
Lalu sistem trading Anda menunjukkan sinyal buy atau sell, dengan batasan stop loss berdasarkan analisis teknikal (support/resistance) sejauh 50 pips dari level entry Anda. Dengan asumsi bahwa 1 pip adalah setara dengan $1 (mini account), artinya stop loss sebesar 50 pips tersebut senilai dengan $50.
Padahal, resiko per transaksi yang sudah Anda tetapkan adalah sebesar $500 (5% dari $10,000). Dengan demikian, Anda bisa melakukan transaksi sebanyak 10 lot mini account (perhitungannya: $500 dibagi $50).
Contoh lain: batasan stop loss berdasarkan support/resistance adalah sejauh 100 pips dari level entry Anda. Artinya resiko yang dihadapi adalah sebesar $100 (asumsi 1 pip = $1).
Padahal, resiko per transaksi sudah ditetapkan sebesar $500 (5% dari 10,000). Berdasarkan situasi tersebut, berapa lot yang boleh Anda pergunakan untuk transaksi?
Benar. Anda hanya boleh melakukan transaksi sebesar 5 (lima) lot saja. Perhitungannya adalah: $500 (resiko per transaksi) dibagi $100 (stop loss).

Rabu, 24 Juli 2013

DOLLAR HIGHER VS YEN, PMI DATA SUPPORTS EURO

Dollar higher vs. yen, PMI data supports euro

Dolar menguat terhadap yen pada hari Rabu setelah lemahnya data manufaktur China untuk bulan Juli, sementara euro diperdagangkan mendekati tertinggi enam minggu setelah mendorong data zona euro.

Selama perdagangan pagi Eropa akhir, dolar naik ke posisi tertinggi sesi terhadap yen, dengan USD / JPY memajukan 0,66% menjadi 100,10.

Pembacaan awal indeks pembelian manajer 'manufaktur HSBC China turun menjadi 47,7 pada bulan Juli, dari pembacaan akhir dari 48,2 bulan lalu. Para analis telah memperkirakan indeks untuk naik ke 48,6.

Dolar kembali menguat terhadap yen, setelah jatuh ke level terendah hampir satu minggu pada Selasa, karena baru-baru ini data AS lemah mengurangi ekspektasi bahwa Federal Reserve akan kembali skala program pelonggaran akhir tahun ini.

Data yang dirilis pada hari Rabu menunjukkan bahwa Jepang mencatat defisit perdagangan JPY180.8 miliar pada bulan Juli sebagai pelemahan yen mendorong biaya impor yang lebih tinggi. Impor naik 11,8% dari tahun sebelumnya, sementara ekspor naik 7,8% pada basis tahun-ke tahun.

Dolar stabil dekat dengan enam-minggu terendah terhadap euro, dengan EUR / USD merayap naik 0,08% menjadi 1,3235.

Euro didorong setelah data menunjukkan bahwa zona euro komposit Indeks output naik menjadi 50,4 PMI dalam bulan berjalan dari 48,7 pada bulan Juni, di belakang data kuat dari Jerman dan Perancis.

Data memicu optimisme bahwa ekonomi blok itu bisa muncul dari resesi pada kuartal ketiga.

PMI manufaktur Jerman naik menjadi 50,3 dari pembacaan bulan Juni dari 48,6, dan PMI sektor jasa naik menjadi 52,5, dari 50,4.

Perancis PMI manufaktur berlalu hingga tinggi 17-bulan 49,8 dari 48,4 pada bulan Juni, sementara Perancis PMI jasa meningkat menjadi 48,2 dari 47,2 bulan lalu.

Di tempat lain, dolar didorong lebih tinggi terhadap pound dan franc Swiss, dengan GBP / USD tergelincir 0,13% menjadi 1,5345 dan USD / CHF naik 0,10% menjadi 0,9357.

Greenback menguat terhadap mitranya di Australia, Selandia Baru dan Kanada, dengan AUD / USD turun 0,91% menjadi 0,9210, NZD / USD turun 0,44% menjadi 0,7960 dan USD / CAD merayap naik 0,05% menjadi 1,0293.

Australia dan Selandia Baru dolar terpukul oleh kekhawatiran atas perlambatan permintaan dari mitra dagang Cina.

Di Australia, data resmi menunjukkan bahwa inflasi harga konsumen tetap tidak berubah pada 0,4% pada kuartal kedua, dibandingkan dengan ekspektasi untuk uptick menjadi 0,5%, harapan peredam untuk lain penurunan suku bunga oleh bank sentral pada bulan Agustus.

Sementara itu, data menunjukkan bahwa surplus perdagangan Selandia Baru melebar tak terduga pada Juni, meningkat menjadi NZD414 juta, dari surplus NZD 71 juta bulan sebelumnya.

Indeks dolar, yang melacak kinerja greenback versus sekeranjang enam mata uang utama lainnya, naik 0,11% menjadi 82,17.

Investor melihat ke depan untuk data AS tentang penjualan rumah baru di kemudian hari perdagangan.

EMAS REBOUND DI ASIA SETELAH KEHILANGAN KECIL DI AS


EMAS REBOUND DI ASIA SETELAH KEHILANGAN KECIL DI AS



Emas berjangka kembali cara bullish mereka baru-baru diperbarui di bagian awal sesi Asia hari Rabu setelah mengalami kerugian moderat Selasa di AS

Di divisi Comex New York Mercantile Exchange, emas berjangka untuk pengiriman Agustus melonjak 0,60% menjadi USD1, 342,75 per troy ounce di perdagangan Asia Rabu setelah menetap turun 0,04% pada USD1, 335,45 per troy ounce pada perdagangan AS pada Selasa.

Emas berjangka kemungkinan besar akan mencari dukungan di USD1, 269,45 per troy ounce, Rabu rendah, dan resistance pada USD1, 338,45, Senin.

Harga emas telah melonjak sejak melintasi psikologis penting USD1, 300 per ons, meskipun emas masih dibebani dengan kerugian tahun-to-date. Harga emas melonjak pada Senin setelah National Association of Realtors melaporkan bahwa penjualan rumah yang ada turun 1,2% menjadi 5,08 juta unit pada bulan Juni, hilang panggilan pasar untuk penjualan naik 0,6% menjadi 5,25 juta unit pada Juni. Penjualan untuk Mei direvisi turun ke 5,14 juta dari yang dilaporkan sebelumnya 5.180.000.

Logam mulia emas dan lainnya juga telah didorong oleh berita bahwa Federal Reserve berencana untuk mempertahankan kebijakan moneter akomodatif di tempat untuk masa mendatang. Bullion kinerja kuartalan terburuk dalam beberapa dekade pada kuartal kedua di tengah kekhawatiran bahwa Fed mendekati USD85 miliar meruncing program pelonggaran kuantitatif.

Para pejabat Federal Reserve mengatakan mereka akan memperhatikan data ekonomi ketika memutuskan kapan harus lancip dan program stimulus akhirnya dekat, meskipun mereka telah menambahkan mereka tidak akan mengikuti jadwal tertentu.

Sejak 26 Juni Gold Saham SPDR, ETF terbesar yang didukung oleh emas fisik, telah memperoleh lebih dari 8%, mengalahkan S & P 500 dalam proses.

Di tempat lain, Comex perak untuk pengiriman September turun 0,20% menjadi USD20.405 per ons, sementara tembaga untuk pengiriman September turun 0,44% menjadi USD3.199 per ounce.

URGENTLY REQUIRED


PT.BestProfit Futures Pontianak


URGENTLY REQUIRED … PT.Bestprofit Futures - Perusahaan berskala nasional yang berkantor pusat di jakarta, membuka kesempatan kerja bergengsi di Pontianak untuk mengisi lowongan jabatan sebagai berikut :   

                          
                                                                                                                                                                                      
1.     “Business Consultant ”
2.     “ Pemasaran & Analis Perdagangan ”
                            

Fasilitas :

- Rumah dinas ( Mess)
- Transportasi
- Bonus
- Komisi
- Vacation
- Beasiswa pendidikan pribadi / keluarga


 
 Syarat yang harus di penuhi :

 Diutamakan berasal dari penduduk di wilayah kerja
Pendidikan min SMU/SMK
Pendidikan min D3 ( Point 1 )
Berpenampilan menarik
Usia min 18 tahun
Bisa bekerja dalam team, Energik
Disiplin waktu
- Tidak mengutamakan pengalaman
-           
Jika kualifikasi Anda sesuai dengan yang kami cari, silahkan kirimkan Surat Lamaran & Curiculum Vitae ( Biodata diri anda ) ke : 

Email : bisnisbestprofit@gmail.com



PROFIL PERUSAHAAN PT.BESTPROFIT FUTURES


BESTPROFIT FUTURES - COMPANY PROFILE


Profil Perusahaan PT.BESTPROFIT FUTURES

PT.Bestprofit Futures Cabang Pontianak adalah cabang dari PT.Bestprofit Futures yang beralamat di Equity Tower Lt.23, Kawasan Niaga Terpadu Sudirman ( SCBD ).Bestprofit Futures, Sejak masa Millenium yang baru, PT. Bestprofit Futures berkeyakinan bahwa perekonomian akan terus semakin membaik. Dengan berlandaskan peraturan dan kebijakan yang telah ada di PT. Bestprofit Futures menetapkan bisnisnya dengan spesifikasi layanan transaksi Sistem Perdagangan Alternatif di Bursa Berjangka Jakarta. Dengan telah beroperasinya PT. Bursa Berjangka Jakarta dan PT. (Persero) Kliring Berjangka Indonesia kurang lebih selama 8 tahun, dimana PT. Bestprofit Futures merupakan salah satu pialang yang aktif terus bertransaksi di produk finansial, dan berdasarkan perkembangan industri berjangka di tanah air dan juga permintaan dari beberapa nasabah, maka manajemen mulai memikirkan untuk mulai ikut berpartisipasi dalam memasyarakatkan produk – produk komoditi primer melalui Bursa Berjangka Jakarta dengan tetap terus ikut serta dalam transaksi produk –produk finansial.


Legalitas Perusahaan
• Akta perubahan Perseroan Terbatas dari PT. Millenium Arthapala Futures menjadi PT. Bestprofit Futures, Nomor 1, tanggal 4 Maret 2008, oleh Notaris Iwan Suhardi, S.H. MH.
• Persetujuan BAPPEBTI tentang perubahan nama PT. Millenium Arthapala Futures menjadi PT. Bestprofit Futures, Nomor 32/BAPPEBTI/PNA-PP/5/2008
• Pengesahan Departemen Kehakiman dan HAM : AHU-18830 A.H.01.2.TH.2008
• Surat Persetujuan Anggota Bursa Nomor SPAB – 071/BBJ/05/04
• Izin Usaha Pialang Berjangka dari Bappebti Nomor 499/BAPPEBTI/SI/X/2004
• Sertifikat Keanggotaan Lembaga Kliring Berjangka Nomor 48/KBI-AK/I/2007
SK BAPPEBTI Nomor 95/BAPPEBTI/PER/06/2012 tentang Sistem Perdagangan Alternatif
• SK BAPPEBTI Nomor 1157/BAPPEBTI/SP/3/2007 tentang Pemberian Persetujuan sebagai peserta Sistem Perdagangan Alternatif kepada PT. Bestprofit Futures
• Perjanjian Kerjasama dengan Pedagang Penyelenggara Sistem Perdagangan Alternatif PT. Royal Assetindo, Surat Perjanjian Kerjasama, Nomor 038/DIR/BPF/V/2008.

Contact Us
KANTOR PUSAT 

JAKARTA 
Equity Tower Lt.23, Kawasan Niaga Terpadu Sudirman ( SCBD ) 
Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53, Jakarta 12190
Phone: 021 - 29035005, Fax: 021 - 29035132

KANTOR CABANG

PONTIANAK
Kompleks Sentra Bisnis A Yani Megamall C1 – C3
Jl. A. Yani, Pontianak 78121
Phone: 0561 – 766133, Fax: 0561 – 766072
 
JAKARTA
Mayapada Tower II, Lantai 16
Jl.Jend.Sudirman Kav,27 , Jakarta Selatan 12920
Phone : +62 21 2500516 (Hunting), Fax : +62 21 250556

JAMBI
Jl. Kolonel Abunjani No. 29 C, Sipin
Kelurahan Selamat, Kecamatan Telanaipura, Jambi 36129
Phone: 0741 – 668288, Fax: 0741 – 669100

MALANG
Jl. Letjen S. Parman No. 59 Kav. 3 – 5, Malang 65122
Phone: 0341 – 4345999, Fax: 0341 – 4345333

SURABAYA
Gedung Graha Bukopin, Lantai 11
Jl. Panglima Sudirman No. 10 – 18, Surabaya 60217
Phone: 031 – 5349888, Fax: 031 – 5340777

BANDUNG
Gedung SAM Lt.10
Jl. Asia Afrika No. 133 – 137, Bandung 40112
Phone: 022 – 4262988, Fax: 022 – 4266988

MEDAN
Jl. Perintis Kemerdekaan No. P9a – 10a
Kelurahan Perintis – Kecamatan Medan Timur, 20218
Phone: 061 – 80501610, Fax: 061 – 80501699

BANJARMASIN
Jl. Ahmad Yani No. 101 – 102
Km 2.5 , Banjarmasin 70232
Phone: 0511 – 3263838, Fax: 0511 – 3270808

PEKANBARU
Komplek Sudirman City Square
Jl. Jend. Sudirman Blok C 6-7, Pekanbaru 28288
Phone : 0761 – 888828, Fax : 0761 – 888829