Pages

Selasa, 30 April 2019

Bestprofit - Pinjaman Buruk Empat Bank Terbesar Tiongkok Capai Level Tertinggi sejak 2017

Bestprofit - Pinjaman Buruk Empat Bank Terbesar Tiongkok Capai Level Tertinggi sejak 2017 | PT Best Profit Futures Pontianak

Bestprofit (30/04) - Pinjaman buruk dari empat bank pemberi pinjaman di China tumbuh pada laju tercepat sejak 2017 pada kuartal pertama, Bloomberg melaporkan mengutip laporan keuangan.
Industrial & Commercial Bank of China Ltd. (HK:1398) melaporkan peningkatan kredit bermasalah CNY 5,2 miliar atau sekitar ($770 juta) pada periode Januari-Maret. Itu adalah peningkatan triwulan tercepat dalam hampir tiga tahun.
Sementara itu, Bank of China Ltd (HK:3988). dan Agricultural Bank Of China (HK: 1288) mengalami peningkatan kredit macet masing-masing sebesar CNY 6,1 miliar dan CNY 2,7 miliar.
BACA JUGA :
Perusahaan bank konstruksi China (HK:0939) meningkat CNY 6,6 miliar.
Mengutip survei tahunan yang dilakukan China Orient Asset Management, Bloomberg melaporkan bahwa 45% dari 202 bankir percaya rasio pinjaman buruk China akan mencapai puncaknya pada tahun 2020.
Meskipun pertumbuhan kredit macet, bank melaporkan bahwa total pendapatan juga tumbuh pada laju tercepat dalam lima tahun.
Namun, saham bank-bank tersebut berkinerja buruk dalam indeks benchmark, menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg.
Harga bank-bank yang terdaftar di China naik 19% sejauh ini pada 2019, dibandingkan dengan kenaikan 23% di Shanghai Composite.

Dapatkan informasi terbaru di PT Bestprofit Futures

WWW.BEST-PROFITFUTURES.COM

PT BEST PROFIT FUTURES

sumber : Investing

Senin, 29 April 2019

Bestprofit - Setor Pajak Rp1,44 Triliun, Pegadaian Integrasikan Data Perpajakan

Bestprofit - Setor Pajak Rp1,44 Triliun, Pegadaian Integrasikan Data Perpajakan | PT Best Profit Futures Pontianak

Bestprofit (29/04) - PT Pegadaian (Persero) melaksanakan program Integrasi Data Perpajakan dengan Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Hal tersebut dilakukan perseroan agar terus konsisten dalam mewujudkan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance/GCG) sebagai tindak arahan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini M Soemarno.
Direktur Utama PT Pegadaian (Persero), Kuswiyoto menyambut baik serta siap mendukung dan menyukseskan program Integrasi Data Perpajakan Pegadaian dengan DJP. Hal ini sejalan dengan program transformasi digital yang sedang dijalankan oleh perusahaan.
"Program integrasi data perpajakan ini sangat bermanfaat memudahkan pemenuhan hak dan kewajiban perpajakan yang lebih baik. Hal ini tentu membantu kami sebagai wajib pajak dalam mewujudkan tata kelola perusahaan yang baik," jelas Kuswiyoto dalam keterangannya di Jakarta, Senin (29/4/2019).

Dirinya melanjutkan bahwa kontribusi pajak yang diberikan Pegadaian mengalami peningkatan. Pada 2017 Pegadaian menyetorkan pajak sebesar Rp1,26 triliun, tahun lalu naik menjadi Rp1,44 triliun.
BACA JUGA :
Acara yang berlangsung di Kantor Pusat Pegadaian dihadiri langsung oleh Suryo Utomo; Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarakat (P2Humas), Hestu Yoga Saksama; Direktur Transformasi Teknologi Komunikasi dan Informasi (TTKI), Iwan Djuniardi; Kepala Kantor Wilayah DJP Wajib Pajak Besar, Mekar Satria Utama; dan Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Konsultan Kementerian BUMN, Gatot Trihargo.
Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Kepatuhan Pajak, Suryo Utomo yang mewakili DJP, menyampaikan apresiasi pada Pegadaian yang telah melakukan Integrasi Data Perpajakan dengan DJP. Menurutnya, manfaat integrasi data untuk wajib pajak ialah untuk efisiensi dan mengurangi biaya komplain dengan meminimalisasi kesalahan administrasi perpajakan.
"Beberapa faktor yang melatarbelakangi dukungan ini adalah keinginan para wajib pajak BUMN untuk memberi yang terbaik untuk negeri. BUMN juga selayaknya menjadi barometer kepatuhan dalam pemenuhan kewajiban perpajakan. Terkait pemenuhan kewajiban pajak, seharusnya cost of compliance wajib pajak BUMN rendah dengan minimnya sanksi administrasi perpajakan," jelasnya.
Lebih lanjut, Suryo Utomo menjelaskan, Integrasi Data Perpajakan ini dimulai dengan rapat koordinasi antara pihak dari Kementerian Keuangan, Kementerian BUMN, dan DJP pada 26 Desember 2016.
Pada pertemuan tersebut, Kementerian BUMN memberikan dukungan terhadap rencana integrasi dan pertukaran data perpajakan. Selanjutnya, dari rapat koordinasi tingkat tinggi tersebut akhirnya disepakati bahwa Kementerian BUMN mendukung Integrasi Data Perpajakan dengan DJP dan meminta BUMN segera melakukannya.
Untuk melaksanakan program, Kanwil DJP Wajib Pajak Besar juga telah membentuk Tim Integrasi dan Pertukaran Data Perpajakan sejak 2017.
Sebagai tambahan informasi, Pegadaian merupakan BUMN kelima setelah Pertamina, Telekomunikasi Indonesia (JK:TLKM), Perusahaan Listrik Negara, dan Pelindo III yang melaksanakan integrasi data tahun lalu dan Pegadaian merupakan BUMN pertama yang melaksanakan integrasi data di tahun ini.

Dapatkan informasi terbaru di PT Bestprofit Futures

WWW.BEST-PROFITFUTURES.COM

PT BEST PROFIT FUTURES

sumber : Investing

Jumat, 26 April 2019

Bestprofit - Laba Bersih BNI Syariah Meroket 43,26% di Triwulan I 2019

Bestprofit - Laba Bersih BNI Syariah Meroket 43,26% di Triwulan I 2019 | PT Best Profit Futures Pontianak

Bestprofit (26/04) - BNI (JK:BBNI) Syariah mencatatkan realisasi laba bersih sampai triwulan I 2019 sebesar Rp135 miliar atau meroket 43,26% secara tahunan atau year on year (yoy) dari periode sama pada 2018 sebesar Rp94,4 miliar.
Kenaikan laba bersih ini didorong oleh kenaikan pendapatan setelah distribusi bagi hasil yang naik 18,6% yoy menjadi Rp743 miliar dari periode sama di 2018 sebesar Rp626 miliar. Selain itu, laba bersih sampai triwulan I 2019 juga disumbang oleh pendapatan fee based sebesar Rp43 miliar.
Direktur Utama BNI Syariah, Abdullah Firman Wibowo mengatakan, pertumbuhan laba disokong oleh ekspansi pembiayaan yang didukung kualitas pembiayaan yang masih terjaga. "Di sisi lain, efisiensi operasional juga terus membaik," kata Firman di Jakarta, Jumat (26/4/2019).
Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) BNI Syariah sampai triwulan I 2019 tercatat Rp38,4 triliun atau naik 16,7% yoy dari periode sama di 2018 sebesar Rp32,9 triliun. DPK ini sebesar 60% disumbang dari dana murah yang berasal dari tabungan dan giro.
BACA JUGA :
Dengan realisasi kinerja ini, total aset BNI Syariah sampai triwulan I 2019 Rp44 triliun atau naik 14,16% yoy dibandingkan periode sama di 2018 sebesar Rp38,5 triliun.
BNI Syariah juga berhasil menjaga efisiensi yang ditunjukkan dengan rasio biaya operasional dibandingkan pendapatan operasional (BOPO) Maret 2019 sebesar 82,9%, membaik dibandingkan periode sama pada 2018 sebesar 86,5%.
Sampai akhir 2019, BNI Syariah menargetkan laba bersih naik 108,8% secara yoy. Selain itu, pembiayaan sampai akhir 2019 ditargetkan naik 23,75% yoy. NPF sampai akhir 2019 juga ditargetkan membaik dari realisasi akhir 2018 sebesar 2,93%.

Dapatkan informasi terbaru di PT Bestprofit Futures

WWW.BEST-PROFITFUTURES.COM

PT BEST PROFIT FUTURES

sumber : Investing

Kamis, 25 April 2019

Bestprofit - Dinilai Prospektif, Industri Mainan Ditargetkan Tumbuh 10%

Bestprofit - Dinilai Prospektif, Industri Mainan Ditargetkan Tumbuh 10% | PT Best Profit Futures Pontianak

Bestprofit (25/04) - Ketua Asosiasi Mainan Anak (AMI), Sutjiadi Lukas, menargetkan industri mainan dalam negeri pada tahun 2019 dapat tumbuh sebesar 10% secara year-on-year (yoy). Apalagi, potensi bisnis mainan di tanah air cukup prospektif. Indonesia sendiri merupakan negara dengan populasi penduduk terbesar di kawasan ASEAN.
“Dengan angka kelahiran rata-rata 4,5 juta jiwa per tahun, Indonesia dapat menjadi pasar terbesar se-Asia Tenggara,” Kata Sutjiadi di Jakarta, Rabu (24/4/2019).
Selain memenuhi kebutuhan pasar domestik, AMI pun menggenjot industri mainan nasional agar semakin agresif mempeluas pasar ekspor. Tutupnya beberapa pabrik mainan di Vietnam membuat peluang industri mainan di Indonesia kelimpahan pesanan.
“Kemungkinan, pasar mainan akan lebih tancap gas mulai kuartal kedua setelah pemilu,” ucapnya.
BACA JUGA :
Guna menggairahkan bisnis mainan di dalam negeri, Indonesia membutuhkan investasi baru. Salah satu strateginya, AMI akan menyelenggarakan kembali pameran yang diikuti enam negara pada 18-20 Juni 2019 di JIExpo. Dalam pameran ini bakal ditampilkan teknologi produksi mainan terbaru.
Pada tahun lalu, AMI juga telah meneken nota kesepakatan (MoU) dengan Chaiyu Exhibition berkenaan dengan kerja sama antara pengusaha Indonesia dan China. Dengan kolaborasi ini, diharapkan perusahaan mainan asal China berinvestasi membangun pabrik di Indonesia, terutama untuk memproduksi komponen seperti gear box, baut dan keypad.
Sementara itu Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, mengatakan industri mainan menjadi salah satu sektor manuaktur yang mampu memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional. Ini tercermin dari capaian nilai ekspor mainan anak-anak pada tahun 2018 yang menembus hingga US$319,93 juta atau naik 5,79% dibanding perolehan periode sebelumnya sebesar US$302,42 juta.
“Industri mainan nasional telah menunjukkan daya saingnya di kancah global. Hal ini sekaligus mampu membuktikan bahwa Indonesia termasuk dalam negara-negara produsen utama untuk beberapa produk mainan unggulan yang telah mendunia,” kata Airlangga.
Untuk itu, pihaknya akan terus memacu pengembangan industri mainan di dalam negeri. Apalagi, sektor tersebut tergolong padat karya dan berorientasi ekspor. Pada tahun 2017, nilai investasi industri mainan di Indonesia mencapai Rp410 miliar dengan jumlah tenaga kerja yang diserap sebanyak 23.116 orang.

Dapatkan informasi terbaru di PT Bestprofit Futures

WWW.BEST-PROFITFUTURES.COM

PT BEST PROFIT FUTURES

sumber : Investing

Rabu, 24 April 2019

Bestprofit - Penyaluran Kredit Tokcer, Laba Bank Permata Tumbuh 130,6%

Bestprofit - Penyaluran Kredit Tokcer, Laba Bank Permata Tumbuh 130,6% | PT Best Profit Futures Pontianak

Bestprofit (24/04) - PT Bank Permata Tbk (JK:BNLI) membukukan kinerja yang positif di kuartal pertama tahun 2019 ini. Pasalnya, laba bank yang akan diakusisi oleh Bank Mandiri (JK:BMRI) tersebut tumbuh hingga 130,6% dari yang Rp163,64 miliar menjadi Rp377 miliar.
Direktur Utama BNLI, Ridha DM Wirakusumah, mengungkapkan bahwa capaian tersebut salah satunya ditopang oleh pertumbuhan penyauran kredit BNLI yang mencapai 4,7% menjadi Rp99,8 triliun di Maret 2019 lalu.
"Seluruh pencapaian ini menjadi fondasi yang penting untuk pertumbuhan berkelanjutan kedepannya," imbuh Ridha di Gedung Permata, Selasa (23/04/2019) kemarin.
Ia menambahkan, dua segmen yang menjadi kontributor pertumbuhan kredit BNLI ialahretail banking dan wholesale banking yang masing-masing tumbuh sebesar 5%.
Bukan hanya itu, BNLI juga berhasil memperbaiki rasio non perfoarming loan (NPL), di mana NPL gross tercatat sebesar 3,8%, sedangkan NPL net sebesar 1,6%.
BACA JUGA :
Diakuinya, hal itu berdampak positif terhadap penurunan kebutuhan biaya pencadangan kredit sebesar 71% dari tahun lalu yang mencapai Rp465 miliar menjadi Rp133 miliar di tahun ini.
Adapun pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) juga tercatat sebesar 7% yang berasal dari pertumbuhan giro sebesar 2%, tabungan 3%, dan deposito 11%.
"Pertumbuhan simpanan nasabah akan lebih diupayakan untuk dikontribusikan dari giro dan tabungan yang merupakan sumber pendanaan yang lebih stabil dan efisien," tutupnya. 
Dapatkan informasi terbaru di PT Bestprofit Futures

WWW.BEST-PROFITFUTURES.COM
PT BEST PROFIT FUTURES
sumber : Investing

Selasa, 23 April 2019

Bestprofit - Kripto Makin Menanjak, Chile Ajukan RUU Atur Koin Digital dan Fintech

Bestprofit - Kripto Makin Menanjak, Chile Ajukan RUU Atur Koin Digital dan Fintech | PT Best Profit Futures Pontianak

Bestprofit (23/04) - Bitcoin menanjak melewati $5.400 setelah pekan baru dibuka di Asia.Cryptocurrency utama lainnya juga diperdagangkan lebih tinggi, dengan total kapitalisasi pasar naik menjadi $181 miliar pada Senin pagi.
Bitcoin naik 2,74% menjadi $5,447,3 pada pukul 11.07 WIB. Token digital tetap bullishbulan ini untuk diperdagangkan lebih tinggi lagi.
Ethereum menambahkan 2,45% di $172,01, XRP naik 0,78% ke $0,32238 dan Litecoin menguat 1,34% menjadi $76,156.
Pemerintah Chili menjadi fokus karena telah memperkenalkan RUU kepada Kongres untuk mengatur cryptocurrency dan fintech. Rincian RUU ini tidak segera diketahui pada saat ini.
Negara Amerika Selatan melihat peningkatan jumlah pertukaran crypto yang tidak diatur. Felipe Larraín, Menteri Keuangan Chili, dilaporkan memperingatkan tentang risiko yang timbul dari pertukaran crypto ini.
“Regulasi platform ini akan memitigasi beberapa risiko, seperti pencucian uang dan pendanaan teroris, dan meningkatkan kepastian hukum di mana mereka beroperasi. Kami ingin melindungi secara memadai terhadap risiko yang terkait dengan kegiatan semacam ini, ”katanya.

BACA JUGA :
Larraín mengatakan para pembuat kebijakan akan mempertimbangkan bahwa perusahaan memiliki model dan layanan bisnis yang berbeda, yang mengarah pada risiko yang berbeda untuk pengguna dan pasar keuangan.
Dalam berita lain, pertukaran cryptocurrency Jepang Zaif akan kembali beroperasi tujuh bulan setelah menderita peretasan dan kehilangan sekitar $60 juta.
Pada hari Senin, pertukaran crypto mengatakan di situs webnya bahwa mereka telah menandatangani bisnisnya dari mantan perusahaan induknya, Biro Teknologi, ke perusahaan investasi Jepang Fisco Digital Asset Group.
Dalam peretasan yang terjadi September lalu, Zaif kehilangan sekitar $60cryptocurrency, termasuk Bitcoin, Monacoin, dan Bitcoin Cash. Dua bulan kemudian, Fisco Digital Asset Group menawarkan sekitar $44,6 miliar untuk membantu Biro Teknologi secara finansial dan untuk mengakuisisi sebagian besar saham perusahaan.
Dapatkan informasi terbaru di PT Bestprofit Futures
sumber : Investing

Senin, 22 April 2019

Bestprofit - SCTV dan Indosiar Kantongi Untung Rp399 Miliar dalam 3 Bulan

Bestprofit - SCTV dan Indosiar Kantongi Untung Rp399 Miliar dalam 3 Bulan | PT Best Profit Futures Pontianak

Bestprofit (22/04) - Pemilik stasiun televisi SCTV dan Indosiar, PT Surya Citra Media Tbk (JK:SCMA) pada tiga bulan pertama tahun ini berhasil memperoleh untung sebesar Rp399,95 miliar naik 11,35% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya Rp359,18 miliar.
Hal tersebut diperoleh perseroan karena adanya peningkatan pendapatan yang menjadi Rp1,25 triliun dari Rp1,15 triliun di kuartal I tahun 2018 lalu. Pendapatan terbesar perseroan yang terbesar berasal dari pendapatan iklan Rp1,4 triliun dan pendapatan lain-lain Rp76,58 miliar.
BACA JUGA :
Sementara, beban program dan siaran perseroan senilai Rp529 miliar dan beban usaha Rp219 miliar. Sehingga, laba usaha meningkat menjadi Rp500,39 miliar dari laba usaha Rp472,39 miliar. Laba sebelum pajak diraih sebesar Rp517,48 miliar dari laba sebelum pajak Rp478,86 miliar.
Adapun, total liabilitas Rp1,1 triliun yang terdiri dari liabilitas jangka pendek Rp864,36 miliar dan liabilitas jangka panjang Rp240,75 miliiar. Dimana, ekuitas sebesar Rp5,45 triliun. Total (PA:TOTF) aset perseroan mencapai Rp6,56 triliun hingga periode 31 Maret 2019 naik dari total aset Rp6,14 triliun hingga periode 31 Desember 2018.
Dapatkan informasi terbaru di PT Bestprofit Futures
sumber : Investing

Jumat, 19 April 2019

Bestprofit - Buyback Saham, CIMB Niaga Siapkan Rp25 Miliar

Bestprofit - Buyback Saham, CIMB Niaga Siapkan Rp25 Miliar | PT Best Profit Futures Pontianak

Bestprofit (19/04) - PT Bank CIMB Niaga (JK:BNGA) Tbk mengalokasikan dana sebesar Rp25 miliar untuk pembelian kembali (buyback) saham perseroan dari para pemegang saham publik sebanyak 20 juta saham.
Presiden Direktur CIMB Niaga, Tigor M. Siahaan, mengatakan buyback saham ini sudah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). Hasil pembelian kembali saham akan digunakan untuk memenuhi ketentuan POJK No. 45/POJK.03/2015.
“Yaitu guna pemberian remunerasi yang bersifat variabel kepada pihak-pihak yang telah ditetapkan sebagai Material Risk Taker (MRT) perseroan,” kata Tigor di Jakarta, Rabu (16/4/2019).

BACA JUGA :
Dalam RUPST juga, pemegang saham menyetujui penggunaan laba bersih perseroan untuk dibagikan sebagai dividen tunai sebesar 20% atau Rp696,5 miliar dari laba bersih CIMB Niaga 2018 sebesar Rp3,5 triliun. Dividen tunai tersebut akan dibayarkan pada 15 Mei 2019.
Adapun sisa laba bersih tahun buku 2018 setelah dikurangi pembagian dividen tunai, dibukukan sebagai laba yang ditahan untuk membiayai kegiatan usaha perseroan.
“Kami mampu mencatatkan kinerja yang terus bertumbuh di tengah proses rekalibrasi bisnis dan kondisi pasar yang menantang. Kami optimis dengan semangat dan kerja keras serta dukungan stakeholders, kami dapat melanjutkan pertumbuhan yang telah direncanakan pada tahun ini,” Ujarnya.
Dapatkan informasi terbaru di PT Bestprofit Futures
sumber : Investing

Kamis, 18 April 2019

Bestprofit - Akan Akuisisi Tambang, UNTR Alokasikan Capex US$800 Juta

Bestprofit - Akan Akuisisi Tambang, UNTR Alokasikan Capex US$800 Juta | PT Best Profit Futures Pontianak

Bestprofit (18/04) - Guna meningkatkan kinerja di tahun 2019 ini, PT United Tractors Tbk (JK:UNTR) mengalokasikan belanja modal atau capex dalam kisaran US$700 juta hingga US$800 juta.
Direktur UNTR, Iwan Hardiantoro, mengatakan bahwa selain digunakan untuk ekspansi bisnis, sebagian besar dana capex tersebut akan digunakan untuk pemeliharaan alat berat melalui entitas anak usahanya.
"Sebagian besar dana itu untuk pemeliharaan alat berat melalui anak usaha, Pamapersada Nusantara," jelas Iwan di sela-sela acara RUPST di Kantor United Tractors, Selasa(16/04/2019) kemarin.

BACA JUGA :
Iwan optimis, kinerja UNTR akan semakin baik dan tumbuh dengan dukungan bisnis pemeliharaan alat berat yang dijalankannya. Meskipun demikian, ia memprediksi pertumbuhannya akan cenderung stagnan jika dibandingkan dengan tahun lalu.
Informasi lain diujarkan oleh Direktur Utama UNTR, Franciscus Kesuma. Ia mengatakan UNTR saat ini tengah menargetkan untuk mengakuisi salah satu tambang di Indonesia. Meski tak disebut nama dan lokasinya, Franciscus mengatakan bahwa rencana tersebut telah masuk ke tahap uji tuntas.
"Untuk hal ini (akuisisi) kami belum bisa memastikannya. Project saat ini kami akan fokus ke thermal coal high quality, coking coal, dan mineral. Kalau Mineral memang baru emas dan ke depan masih akan jadi prioritas," tegasnya.
Dapatkan informasi terbaru di PT Bestprofit Futures
sumber : Investing