Pages

Senin, 30 September 2019

BestProfit - Mendung Politik di AS, Bursa Saham Asia Ikut Redup

PT BestProfit - Mendung Politik di AS, Bursa Saham Asia Ikut Redup | PT Best Profit Futures Pontianak


Bestprofit (30/09) -Bursa saham di Asia merosot ke posisi terendah tiga minggu pada Jumat (27/09) petang ketika rilis laporan pengaduan terhadap Presiden AS Donald Trump menambah kekhawatiran perekonomian global yang sudah goyah dampak dari perang dagang AS-Cina.
Menurut berita yang dilansir Reuters Jumat (27/09) petang, indeks MSCI yang terdiri dari indeks saham Asia-Pasifik selain Jepang melemah 0,35% dan telah jatuh 1,65% untuk minggu ini, sementara itu Nikkei Jepang juga merosot 1,30%.
BACA JUGA :
S&P 500 berjangka turun 0,13% di perdagangan Asia setelah indeks ini melemah sebanyak 0,24% pada Kamis kemarin.
Bursa Eropa terpantau sedikit lebih baik, dengan indeks acuan Eropa Euro Stoxx 50 berjangka meningkat 0,17%, DAX Jerman berjangka naik 0,12% dan FTSE berjangka menguat 0,1%.
Sebuah laporan pengaduan yang dirilis Kamis menyebut bahwa Presiden Donald Trump tidak hanya menyalahgunakan wewenang kantornya dalam upaya meminta campur tangan Ukraina untuk keuntungan politiknya terkait pilpres AS tahun 2020, tetapi juga Gedung Putih berusaha "mengunci" bukti dari tindakan tersebut.
Laporan itu muncul usai Ketua DPR AS Nancy Pelosi mengumumkan penyelidikan pemakzulan terhadap Trump minggu ini.

Dapatkan informasi terbaru di PT Bestprofit Futures


PT BEST PROFIT FUTURES

sumber : Investing

Jumat, 27 September 2019

PT BestProfit - Trump Isyaratkan Akhir Perang Dagang Bisa Lebih Cepat, Dolar AS Justru Melemah

PT BestProfit - Trump Isyaratkan Akhir Perang Dagang Bisa Lebih Cepat, Dolar AS Justru Melemah | PT Best Profit Futures Pontianak


Bestprofit (27/09) - Dolar AS melemah pada Kamis (26/09) siang di Asia di tengah harapan pembaruan perdagangan Cina-Amerika Serikat.
Indeks dolar AS turun 0,2% ke 98,502 pada pukul 12:20 ET (04:20 GMT).
Harapan perdagangan baru AS-Cina kini muncul kembali setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa kesepakatan dengan Cina mungkin segera terwujud lebih cepat dari yang diperkirakan, terlepas bahwa ia tidak memberikan rincian yang lebih spesifik.
Baru saja Selasa silam, Trump menyebut Cina melakukan praktik perdagangan tidak adil dalam pidatonya di sidang Majelis Umum PBB di New York.
"Ini benar-benar langkah yang cukup baik," ujar Nick Twidale, salah satu pendiri penyedia perdagangan keuangan Xchainge yang berbasis di Sydney, dalam laporan Reuters.
"Pasar mengabaikan hal-hal ini dengan sangat, sangat cepat dan kami beralih ke isu berikutnya. Seiring berjalannya waktu, hal tersebut akan menjadi menarik, tetapi kita harus kembali kepada fundamental dan fundamental akan mendorong dolar naik dari waktu ke waktu."
BACA JUGA :
Dolar AS mencatatkan kenaikan harian terbesar dalam tiga bulan pasca berita tersebut, sebelum mengurangi sebagian kenaikan itu pada sesi perdagangan Asia.
Pasangan GBP/USD meningkat 0,2% ke 1,2374 setelah jatuh semalam. Kemungkinan bakal terjadinya pemilihan umum awal di Inggris dengan waktu hanya lima minggu tersisa sampai batas waktu Brexit disebut sebagai penghambat tren naik pound.
Pada hari Rabu, Jaksa Agung Inggris Geoffrey Cox mengatakan mosi pemilihan umum akan "segera" dibahas di parlemen Inggris.
Ia membuat pernyataan itu sehari setelah putusan Mahkamah Agung bahwa penangguhan parlemen yang dilakukan Perdana Menteri Boris Johnson selama lima minggu menjelang Brexit adalah tindakan melanggar hukum.
Pasangan AUD/USD naik 0,2%, sedangkan pasangan NZD/USD melesat 0,6% dalam momentum kenaikan lanjutan setelah Reserve Bank of New Zealand mempertahankan suku bunga tidak berubah pada hari Rabu tetapi mengatakan ada ruang lingkup jika melihat kebutuhan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
Pasangan USD/JPY beranjak turun 0,1%.

Dapatkan informasi terbaru di PT Bestprofit Futures


PT BEST PROFIT FUTURES

sumber : Investing

Kamis, 26 September 2019

PT BestProfit - Gak Ada Diskon, Saham BCA Diborong Asing Rp170 Miliar!

PT BestProfit - Gak Ada Diskon, Saham BCA Diborong Asing Rp170 Miliar! | PT Best Profit Futures Pontianak

Bestprofit (26/09) - Saham emiten perbankan dengan kapitalisasi pasar terbesar di Indonesia, PT Bank Central Asia (JK:BBCA) Tbk (BBCA), menjadi saham yang paling diminati investor pada perdagangan bursa Kamis (26/09/2019).

Dengan antusias asing yang tinggi, saham BCA kini bertengger di posisi teratas sebagai saham dengan net buy paling tinggi dengan akumulasi nilai sebesar Rp178,34 miliar di seluruh pasar. Alhasil, saham BCA pun menanjak signifikan hingga terapresiasi 2,02% ke level Rp30.275 per saham.
Sejumlah 7,67 juta saham BCA diperdagangkan dengan frekuensi 3.394 kali transaksi dengan akumulasi nilai transaksinya mencapai Rp231,65 miliar.
Asal tahu saja, pada dua ke belakang, saham BCA masuk ke dalam daftar saham yang paling banyak dilego asing. Alhasil, saham BCA sempat terdiskon hingga lebih dari 1%.
Sebagai informasi, bank nasional yang dimpimpin oleh Jahja Setiaatmadja ini membukukan pertumbuhan bisnis yang positif, terutama pada segmen binis remitansi. Dalam periode Januari-Agustus 2019, transaksi remitansi yang dibukukan BCA mencapai US$50 miliar. Angka tersebut tumbuh 6% dari periode yang sama di tahun lalu.

Dapatkan informasi terbaru di PT Bestprofit Futures


PT BEST PROFIT FUTURES

sumber : Investing

Rabu, 25 September 2019

BestProfit - Bitcoin Jatuh Pasca Peluncuran Kontrak Berjangka, Litecoin Tumbang

PT BestProfit - Bitcoin Jatuh Pasca Peluncuran Kontrak Berjangka, Litecoin Tumbang | PT Best Profit Futures Pontianak

Bestprofit (25/09) - Harga bitcoin dan mata uang kripto utama lainnya turun pada Selasa (24/09) siang di Asia setelah peluncuran kontrak berjangka Bitcoin.
Bitcoin melemah sebesar 2,6% ke level $9,733,7 pada pukul 1:20 ET (05:20 GMT). Raja kripto ini meningkat pada hari sebelumnya setelah peluncuran resmi kontrak berjangka Bitcoin dari Bakkt.
BACA JUGA :
Namun, saat beberapa mengatakan peluncuran itu merupakan "tonggak penting" bagi industri koin digital, peluncuran ini tidak menarik banyak perhatian seperti yang diharapkan sebelumnya, dan bahkan volume perdagangan kontrak Bitcoin tersebut cukup rendah dibandingkan dengan sebagian besar bursa utama mata uang digital.
Harga cryptocurrency utama lainnya juga bergerak di zona merah hari ini.
Litecoin melanjutkan tren kemerosotan dan jatuh sebanyak 8,1%. Harga tumbang lebih dari 10% pada hari Senin, persentase kerugian satu hari terbesar sejak awal bulan Juli.
Ethereum anjlok 4,1% menjadi $ 201,25. XRP jatuh 1,6% ke $0,27017.

Dapatkan informasi terbaru di PT Bestprofit Futures


PT BEST PROFIT FUTURES

sumber : Investing

Selasa, 24 September 2019

Bestprofit - Ketegangan Geopolitik Dorong Emas Capai Tingkat Tertinggi 2 Pekan

PT BestProfit - Ketegangan Geopolitik Dorong Emas Capai Tingkat Tertinggi 2 Pekan | PT Best Profit Futures Pontianak

Bestprofit (24/09) - Emas terlihat lebih bersemangat pada Selasa (24/09) pagi didorong memanasnya ketegangan di Timur Tengah dan data Eropa yang pesimis membuat buyer mendorong logam kuning ke tingkat tertinggi dua minggu.
Laporan menunjukkan kemajuan perundingan perdagangan AS-China yang kurang baik juga turut membantu harga emas berjangka dan emas spot menguat cukup tangguh di kisaran $1.500 per ons.
Emas berjangka di AS untuk penyerahan Desember bergerak naik sebanyak $16,40, atau 1%, pada $1.531,50 per ons berdasar data divisi Comex di New York Mercantile Exchange (NYMEX). Sesi tertinggi berada di level $1.534,35 dan ini merupakan puncak 6 September.
Emas spot, yang mencerminkan perdagangan bullion, meningkat $6,94, atau 0,5%, di $1,523,71 pada pukul 14:58 ET (18:58 GMT). Sebelumnya harga emas mencapai tingkat tertinggi dua minggu di $1.526,88.
BACA JUGA :
"Di mana-mana kita melihat, kita memiliki ketegangan geopolitik yang meledak, dari Timur Tengah setelah serangan Saudi, hingga ke Eropa dengan Brexit yang tak pernah berakhir, dan wilayah panas di tempat lain seperti Venezuela dan Argentina," jelas George Gero, direktur pelaksana dan analis logam mulia di RBC Wealth Management.
"Emas adalah satu-satunya tempat berlindung yang aman bagi semua orang di saat seperti ini," tambah Gero. "Semua ini akan menjaga emas dalam kisaran dasar $1.500 - $1.550."
Harga minyak mentah juga bergerak naik di sesi sore New York dalam laporan bahwa Sidang Umum PPB minggu ini mungkin tidak memberi hasil apa pun untuk meredakan ketegangan di Timur Tengah.
Perkembangan mengejutkan muncul pada hari Senin di mana Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan ia akan mengungkap rencana perdamaian bagi wilayah Teluk Persia dalam sidang PBB di AS.
Tetapi pada saat yang sama, Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif menegaskan kembali sikap hati-hatinya bahwa Iran akan melakukan "perang habis-habisan" jika menjadi target Amerika Serikat atau Arab Saudi atas serangan terhadap infrastruktur Saudi pada 14 September silam. Pemberontak Houthi yang bermarkas di Yaman mengaku bertanggung jawab atas serangan itu, tetapi AS menuding Iran dan Iran telah membantah hal tersebut.
Delegasi perdagangan Cina tiba-tiba membatalkan kunjungan pada hari Jumat ke wilayah pertanian AS di Montana dan mempersingkat perjalanan mereka di AS, lapor Reuters. Kunjungan itu untuk mempersiapkan negosiasi lanjutan antara pejabat senior di bulan depan.
Investor sebelumnya memperkirakan potensi penurunan ketegangan perdagangan antara AS-Cina saat kedua pihak bersiap untuk melakukan perundingan. Tetapi perubahan tiba-tiba itu telah mengurangi harapan investor untuk melihat suatu terobosan dalam negosiasi perdagangan AS-Cina.
Sebelumnya, indeks manajer pembelian bulanan IHS Markit telah mengungkap ekonomi zona euro hampir berhenti di akhir kuartal ketiga lantaran pelemahan yang berlangsung selama berbulan-bulan dalam sektor manufaktur mulai menyebar ke sektor jasa.Manufaktur Jerman, yang menjadi sorotan ekonomi kawasan selama dekade terakhir, mengalami kontraksi pada tingkat tertinggi sejak 2009.
Analis J.P. Morgan mengatakan mereka mengharapkan emas berada di sekitar level $1.780 pada akhir tahun depan, dan juga mengatakan risiko resesi belum sepenuhnya dihargai.

Dapatkan informasi terbaru di PT Bestprofit Futures


PT BEST PROFIT FUTURES

sumber : Investing

Senin, 23 September 2019

Bestprofit - Kongres AS & SEC Bahas Uang Kripto Pekan Depan

PT Bestprofit - Kongres AS & SEC Bahas Uang Kripto Pekan Depan | PT Best Profit Futures Pontianak

Bestprofit (23/09) - Bitcoin sekali lagi melesat naik di atas level kunci $10.000 pada Jumat (20/09) siang di Asia.
Bitcoin menguat sebesar 3,6% ke $10,194.0 pada pukul 1:19 ET (05:19 GMT). Ethereum melonjak 6,1% capai $217,78, XRP naik 0,9% menjadi $0,29319, sementara Litecoin diperdagangkan 2,1% lebih tinggi sentuh $74,938.
Meskipun bukan penentu arah, Komite Perwakilan Parlemen Jasa Keuangan Amerika Serikat telah menjadwalkan rapat dengar pendapat (sidang hearing) dengan Ketua Komisi Efek dan Bursa (SEC) Jay Clayton dan empat komisaris SEC lainnya untuk membahas mata uang kripto pada minggu depan.
Menurut sebuah memorandum yang diterbitkan Kamis, rapat tersebut juga akan menyoroti peluncuran koin kripto yang diajukan Facebook yakni Libra.
BACA JUGA :
“Token Investasi Libra bisa terdiri dari sekuritas karena penjualannya dimaksudkan kepada investor untuk mendanai biaya awal dan bakal memberikan dividen. Token Libra sendiri mungkin juga berbentuk sekuritas, tetapi Facebook (NASDAQ:FB) tidak bermaksud untuk membayar dividen dan masih belum jelas apakah investor akan mendapat ‘ekspektasi laba yang wajar,” bunyi dokumen tersebut.
Terpisah, Clayton mengatakan dalam sebuah konferensi Kamis bahwa Bitcoin akan membutuhkan lebih banyak peraturan sebelum mendapat izin perdagangan di bursa utama.
"Jika [investor] berpikir ada kekakuan yang sama seputar penentuan harga seperti yang ada di Nasdaq atau Bursa Efek New York (NYSE) ... Mereka sangat keliru. [...] Kita harus sampai ke tempat di mana kita bisa yakin bahwa perdagangan diatur dengan lebih baik."
Mengutip pernyataan Clayton, CNBC mengatakan semua upaya yang ada sebelumnya untuk membawa Bitcoin ke arus institusi keuangan utama telah dihambat oleh regulator akibat kekhawatiran yang timbul dari sifat koin digital yang tidak stabil.

Dapatkan informasi terbaru di PT Bestprofit Futures


PT BEST PROFIT FUTURES

sumber : Investing

Rabu, 18 September 2019

Bestprofit - Gara-Gara Bug, Pengguna Kraken Beli Bitcoin di Bawah Harga Pasar

Bestprofit - Gara-Gara Bug, Pengguna Kraken Beli Bitcoin di Bawah Harga Pasar | PT Best Profit Futures Pontianak

Bestprofit (18/09) - Pekan silam, perusahaan kripto yang berbasis di Amerika Serikat, Kraken mengalami gangguan bug yang mengakibatkan beberapa pengguna bisa membeli atau menjual Bitcoin (BTC) dengan harga yang sangat berbeda dari harga aktual pasar Bitcoin.
Menurut berita yang dilansir Cointelegraph Selasa (17/09) pagi, pada hari berikutnya, Kraken menerbitkan rilis Twitter yang menjelaskan bug tersebut dihasilkan dari uji coba pesanan tingkat lanjut yang belum dirilis. Saat Bitcoin sedang mencoba mempertahankan level $10.300 pada hari kesalahan sistem yang dilaporkan itu, perusahaan menulis "beberapa klien membeli dari uji coba itu seharga $8.000 dan yang lain menjual pada harga $12.000 tanpa melakukan pemeriksaan mendalam".
Kraken menjelaskan gangguan bug tersebut menyebabkan eksekusi di kedua sisi dengan selisih sekitar $8.000 - $12.000, di kala tidak ada likuiditas yang diserap. Perusahaan menyatakan pesanan ‘stop market’ diisi dengan benar pada harga pasar, dan menyebutkan agar klien yang terkena dampak segera melaporkan.
BACA JUGA :
Seorang juru bicara Kraken menjelaskan kepada Cointelegraph, Hanya terjadi satu kali transaksi dan hanya dapat dimulai pengguna tertentu yang ikut dalam program beta. Trader yang tidak masuk program beta secara pasif diuntungkan.
Salah satu pendiri dan CEO Kraken Jesse Powel mengatakan fitur yang diuji itu telah menjalani ribuan uji coba otomatis dan uji coba manusia selama beberapa bulan, serta menambahkan "Anda tidak bisa menemukan semua bug sepanjang waktu."
Kraken adalah perusahaan kripto terbesar ke 56 dengan volume perdagangan harian yang disesuaikan sebesar $97,9 juta, menurut CoinMarketCap. Pada tanggal 14 September, sebuah dompet anonim mengirim 260 juta Stellar (XLM) atau senilai lebih dari $15 juta ke Kraken, seperti yang dilaporkan layanan pelacakan Whale Alert.

Dapatkan informasi terbaru di PT Bestprofit Futures


PT BEST PROFIT FUTURES

sumber : Investing

Selasa, 17 September 2019

Bestprofit - PM Cina: ‘Sangat Sulit’ bagi Ekonomi Tumbuh 6% atau Lebih

Bestprofit - PM Cina: ‘Sangat Sulit’ bagi Ekonomi Tumbuh 6% atau Lebih | PT Best Profit Futures Pontianak

Bestprofit (17/09) - Perdana Menteri Cina Li Keqiang mengatakan, "sangat sulit" bagi ekonomi Cina tumbuh pada tingkat 6% atau lebih besar karena kondisi internasional yang rumit.
Menurut berita yang dilansir Reuters Senin (16/09) pagi, perekonomian kedua terbesar di dunia ini menghadapi "tekanan ke bawah" akibat melambatnya pertumbuhan global serta peningkatan kebijakan proteksionisme dan unilateralisme, kata Li dalam wawancara dengan media Rusia yang dipublikasikan di situs web milik pemerintah Cina, gov.cn.
Produk domestik bruto Cina (PDB) tumbuh 6,3% di paruh pertama tahun ini, dan Li mengatakan ekonomi "secara umum stabil" dalam delapan bulan pertama tahun ini.
BACA JUGA :
"Bagi Cina untuk mempertahankan pertumbuhan 6% atau lebih sangat sulit karena kondisi internasional yang rumit saat ini dan basis yang relatif tinggi, serta tingkat ini berada di garis depan perekonomian terkemuka dunia," seperti yang dikutip dari Li.
Analis mengatakan pertumbuhan ekonomi Cina kemungkinan telah melambat lebih lanjut pada kuartal ini dari dekat tingkat terendah 30 tahun sebesar 6,2% pada bulan April-Juni. Morgan Stanley (NYSE:MS) mengatakan mereka sekarang memantau batas bawah kisaran target setahun penuh pemerintah di kisaran 6-6,5%.
Sebagai tanggapan, pihak otoritas telah meningkatkan dukungan, mengumumkan pada 6 September silam pemotongan rasio persyaratan cadangan (RRR) untuk ketiga kalinya tahun ini, menyuntikkan likuiditas senilai 900 miliar yuan ($126,35 miliar) ke dalam perekonomian.

Dapatkan informasi terbaru di PT Bestprofit Futures


PT BEST PROFIT FUTURES

sumber : Investing

Senin, 16 September 2019

Bestprofit - Saham Rokok Jadi Biang Kerok Asing Lumpuhkan IHSG, Apa Kata BEI?

Bestprofit - Saham Rokok Jadi Biang Kerok Asing Lumpuhkan IHSG, Apa Kata BEI? | PT Best Profit Futures Pontianak

Bestprofit (16/09) - Industri rokok tengah dihadapkan dengan sentimen negatif berupa kebijakan naiknya cukai rokok sebesar 35% yang telah mendapat persetujuan dari Presiden Jokowi pada akhir pekan lalu, Jumat (13/09/2019). Kendati kebijakan itu baru diberlakukan pada 01/01/2020 mendatang, efeknya terhadap industri rokok mulai terasa sejak saat ini.
Efek yang paling mencolok atas hal itu, yakni pergerakan saham emiten rokok yang terbakar di perdagangan bursa pada Senin (16/09/2019) hari ini. Dua emiten rokok nasional, yakni PT Gudang Garam (JK:GGRM) Tbk (GGRM) dan PT HM Sampoerna (JK:HMSP) Tbk (HMSP) bahkan bertengger di posisi teratas sebagai saham dengan net sell paling tinggi.
BACA JUGA :
Tekanan jual atas saham GGRM membukukan net sell sebesar Rp220,8 miliar sehingga membuat saham GGRM terkoreksi 17,81% ke level Rp56.550 per saham di jeda siang. Sementara itu, untuk saham HMSP net sell yang dibukukan mencapai Rp172,8 miliar dengan koreksi saham sebesar 17,14% ke level Rp2.320 per saham.
Mirisnya lagi, tekanan tersebut pun berdampak lebih luas lagi terhadap aktivitas perdagangan saham di BEI, khusunya bagi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan. Menurut Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, Laksono Widodo, tekanan jual terhadap saham emiten rokok menjadi sentimen pula bagi IHSG.
"Ada pressure jual ke perusahaan rokok yang merupakan konstituen besar di IHSG karena rencana kenaikan cukai tahun depan," jelasnya seperti dikutip dari CNBC, Jakarta, Senin (16/09/2019) siang.
Benar saja, pada penutupan sesi I, IHSG terkoreksi signifikan sebesar 1,82% ke level 6.219,28. Bahkan, beberapa waktu lalu, IHSG amblas hingga level terendahnya di 6.197,78. Hal itu menjadi efek domino dari aksi jual asing di awal pekan ini.
Bursa mencatat, akumulasi nilai asing jual bersih di bursa dalam setengah hari ini saja mencapai Rp484,74 miliar atau setara dengan Rp1,31 triliun dalam sepekan terakhir. Pergerakan saham pun didomniasi oleh saham yang melemah, yakni ada 107 saham naik, 274 saham turun, dan 132 saham lainnya stagnan.

Dapatkan informasi terbaru di PT Bestprofit Futures


PT BEST PROFIT FUTURES

sumber : Investing