Pages

Jumat, 31 Januari 2020

BestProfit - Larangan Amerika Tak Diindahkan, Italia Buka Pintu untuk Perusahaan China Ini

PT BestProfit - Larangan Amerika Tak Diindahkan, Italia Buka Pintu untuk Perusahaan China Ini | PT Best Profit Futures Pontianak


Bestprofit (31/01) - Italia tak berencana menghentikan peran perusahaan-perusahaan telekomunikasi China, termasuk Huawei dalam pengembangan jaringan 5G masa depan negara itu.

Amerika Serikat (AS) telah melobi Italia dan negara sekutu di Eropa untuk tak mengizinkan Huawei dan ZTE terlibat dalam pengembangan jaringan 5G di negara Barat.

"Pertama-tama, Italia harus melindungi kepentingan nasionalnya," ujar Wakil Menteri Perindustrian Italia, Mirella Liuzzi, dikutip dari Reuters, Jumat (31/1/2020).

BACA JUGA :

Ia menambahkan, Italia mesti mengatasi masalah keamanan nasional tanpa memboikot vendor telekomunikasi manapun; berbanding terbalik dengan seruan AS.

Liuzzi berujar, "(Pemerintah Italia) tak boleh naif, perlu tindakan pencegahan tapi tanpa memboikot (vendor) manapun.

Salah satu langkahnya, Undang-Undang (UU) yang disahkan tahun lalu oleh Parlemen Italia. UU itu memberikan pemerintah perlindungan khusus untuk pemeriksaan atas penawaran komponen teknologi 5G dari perusahaan lokal ataupun asing.


Dapatkan informasi terbaru di PT Bestprofit Futures

WWW.BEST-PROFITFUTURES.COM

PT BEST PROFIT FUTURES


sumber : Investing

Kamis, 30 Januari 2020

BestProfit - Arus Modal ke Luar Jawa Terbang Tinggi, Dominasi Jawa Terjungkal?

PT BestProfit - Arus Modal ke Luar Jawa Terbang Tinggi, Dominasi Jawa Terjungkal? | PT Best Profit Futures Pontianak


Bestprofit (30/01) - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat sepanjang 2019 realisasi investasi di Jawa sebesar Rp434,6 triliun dan realisasi investasi di luar Jawa sebesar Rp375 triliun.

Apabila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, maka terjadi peningkatan realisasi investasi di Jawa sebesar 7,2% dan di luar Jawa sebesar 18,7%.

Sementara berdasarkan lokasi proyek, lima besar wilayahnya antara lain Jawa Barat sebesar Rp137,5 triliun (17,0%), Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta Rp123,9 triliun (15,3%), Jawa Tengah Rp59,5 triliun (7,3%), Jawa Timur Rp58,5 triliun (7,2%), dan Banten Rp48,7 triliun (6,0%).

BACA JUGA :

Lima negara teratas dengan realisasi investasi terbesar sepanjang 2019, yaitu Singapura sebesar US$6,5 miliar dengan 7.020 proyek. Disusul China dengan investasi sebanyak US$4,7 miliar (2.130 proyek), lalu Jepang sebesar US$4,3 miliar (3.835 proyek), Hong Kong sebesar US$2,9 miliar (1.508 proyek), dan Belanda sebesar US$2,6 miliar (1.345 proyek).

Sementara itu, realisasi investasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) dan penanaman modal asing (PMA) sepanjang 2019 (Januari–Desember) mencapai Rp809,6 triliun. Nilai realisasi investasi tersebut sudah mencapai 102,2% dari target investasi pada 2019.

Realisasi ini terdiri atas realisasi PMDN sebesar Rp386,5 triliun, naik 17,6%, dan realisasi PMA sebesar Rp423,1 triliun, naik 7,7%, dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Adapun total penyerapan tenaga kerja mencapai 1.033.835 orang.


Dapatkan informasi terbaru di PT Bestprofit Futures

WWW.BEST-PROFITFUTURES.COM

PT BEST PROFIT FUTURES


sumber : Investing

Rabu, 29 Januari 2020

BestProfit - Fastron Eco Green Bikin Mobil Irit Makin Ngibrit

PT BestProfit - Fastron Eco Green Bikin Mobil Irit Makin Ngibrit | PT Best Profit Futures Pontianak

Bestprofit (29/01) - Sejak hadir September 2019 lalu, pelumas Fastron Eco Green telah menjadi pilihan pengguna mobil Low Cost Green Car (LCGC). Sebagai pelumas yang memang diformulasikan untuk mobil irit ramah lingkungan, pelumas produksi PT Pertamina Lubricants ini memberikan banyak keuntungan bagi pemilik mobil.

Hari masih pagi, sekitar pukul 10.00, sebuah bengkel khusus di bilangan Harapan Indah Kota Bekasi sudah menganti beberapa unit mobil. Sedikitnya ada tiga unit mobil, dua di antaranya mobil jenis LCGC. Tiga orang pemilik mobil sedang duduk menunggu mobil yang sedang diservis.

Sebut saja Hendra, pemilik salah satu mobil LCGC, mengaku membawa mobilnya ke bengkel tersebut sekadar untuk mengganti pelumas. Pria berusia 35 tahun yang bekerja sebagai pengemudi taksi online itu menyempatkan diri untuk mengganti pelumas sebelum membawa mobilnya berkeliling mengantar penumpang.

Untuk pilihan pelumas yang digunakan, pria berperawakan gempal itu memilih menggunakan Fastron Eco Green untuk mobilnya. Katanya, itu dilakukan sejak pelumas tersebut beredar di pasaran. Pertimbangannya, selain harganya yang terbilang murah, sekitar Rp250 ribu, manfaat yang berikan pelumas tersebut juga membuatnya puas.

"Olinya standar saja sih, enggak mahal, tapi menurut saya pelumas ini bagus," ujar Hendra.

Hendra mengaku pertama kali mencoba menggunakan Fastron Eco Green karena produknya memang dihadirkan khusus untuk mobil LCGC. Sebagai pengguna mobil jenis tersebut, dia penasaran ingin mencoba.

"Awalnya sih coba-coba, tapi sampai sekarang saya pakai oli ini," imbuh Hendra.

Beberapa hal yang dirasakan pada mobilnya setelah menggunakan Fastron Eco Green, menurut driver taksi online sejak dua tahun terakhir ini, mesin terasa lebih responsif, lebih senyap, lebih bersih, dan bertenaga. Dan satu lagi yang sangat dirasakan, mobil menjadi lebih irit bahan bakar.

BACA JUGA :

"Mobil jadi lebih irit, itu kerasa banget," ungkap Hendra.

Mobil irit ramah lingkungan saat ini telah menjadi pilihan keluarga di Indonesia. Selain harganya yang terjangkau bagi mayoritas keluarga muda, operasional dan perawatannya juga murah. Membuat mobil jenis LCGC seolah menjadi mobil sejuta umat.

Data dari wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan, angka penjualan 2019 sekitar 950 ribu unit, ditopang dari segmen LCGC yang mencapai 20% sekitar 210 ribu unit. Angka tersebut tumbuh sekitar 10% dibanding tahun sebelumnya dengan penjualan 190 ribu unit.

Sementara Fastron Eco Green yang diluncurkan pada perayaan HUT PT Pertamina Lubricants ke-6 itu, diharapkan mengiringi pesatnya penjualan mobil LCGC yang telah hadir sejak 2013.

Direktur Utama PT Pertamina Lubricants, Ageng Giriyono di acara peluncuran produk barunya menjelaskan, Fastron Eco Green diformulasikan dengan menggunakan aditif yang lebih unggul untuk menjaga kestabilan kekentalan oli, sehingga lebih baik dalam melindungi mesin. Formulasi baru yang dikembangkan juga lebih unggul dalam mencegah terjadinya deposit sisa pembakaran di dalam mesin.

Satu lagi, pelumas diformulasikan dengan Nano Guard, yakni teknologi pelumas sintetis untuk mesin bensin terbaru dan dirancang dengan cermat untuk memenuhi persyaratan performa teratas yang terbukti efektif melindungi mesin dan membersihkannya secara menyeluruh hingga celah tersempit.

Fastron Eco Green juga telah disesuaikan dengan kebutuhan mobil LCGC terbaru. Bahkan, pelumas ini dapat digunakan untuk mesin mobil LCGC yang dilengkapi turbo (non-direct injection) guna mendukung pengurangan emisi gas buang. Berbagai macam kelengkapan ini membuat jelas kelebihan kualitas Fastron Eco Green.

"Kami yakin dengan Fastron Eco Green, konsumen bisa merasakan berbagai keunggulan yang lebih. Lebih irit, lebih lancar, lebih awet, lebih bersih, berternaga, responsive dan pastinya lebih melindungi," imbuh Ageng.

Berbeda dengan pelumas Fastron series lainnya, Fastron Eco Green hadir dengan ukuran 3,5 liter dan dua spesifikasi, yaitu 0W-20 API SN dan 5W-30 API SN ILSAC GF 5. Dengan demikian, pelumas ini cocok untuk mesin mobil LCGC, seperti Toyota (Agya, Calya), Honda (Brio), Daihatsu (Ayla, Sigra), Datsun (Go), dan Suzuki (Karimun) yang digunakaan untuk aktivitas sehari-hari.

Menurut Ageng, saat ini PT Pertamina Lubricants sudah memiliki 167 produk yang dijual untuk pasar ritel otomotif dan industri, baik secara domestik maupun mancanegara, dan salah satunya adalah produk Fastron series.

Fastron Eco Green merupakan varian ke-1.382 secara keseluruhan. Varian ini memiliki kualitas lebih, dengan harga yang terjangkau dan berbahan baku sintetis yang telah didesain untuk perlindungan maksimal terhadap keausan mesin, konsumsi BBM, dan akselerasi optimal untuk aktivitas dalam kota.

"Konsumen dan masyarakat Indonesia dapat dengan mudah mendapatkan Fastron Eco Green di general outlet, bengkel own-channel, seperti Pelumasmart dan SPBU Pertamina," jelas Ageng.

Dengan Fastron Eco Green yang didesain khusus untuk mobil irit ramah lingkungan, Pertamina Lubricants mengerti benar keinginan dan kebutuhan masyarakat Indonesia. Pelumas ini membuat mobil irit makin ngibrit.


Dapatkan informasi terbaru di PT Bestprofit Futures

WWW.BEST-PROFITFUTURES.COM

PT BEST PROFIT FUTURES


sumber : Investing

Selasa, 28 Januari 2020

BestProfit - Seorang Penumpang di Soetta Tiba-tiba Jatuh, Diduga Terserang Virus Corona

PT BestProfit - Seorang Penumpang di Soetta Tiba-tiba Jatuh, Diduga Terserang Virus Corona | PT Best Profit Futures Pontianak

Bestprofit (28/01) - Seorang pengunjung Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, tiba-tiba terjatuh di Terminal 3. Diduga, pengunjung tersebut terserang virus corona.

Informasi jatuhnya pengunjung Bandara Soetta, diduga akibat terserang virus corona itu dengan cepat tersebar melalui pesan berantai WhatsApp (WA) dalam bentuk foto-foto peristiwa, dan belum terkonfirmasi.

Public Relation Manager PT Angkasa Pura II Chaerul Anwar mengatakan, pihaknya akan melakukan pengecekan terhadap foto-foto penumpang jatuh diduga di Terminal 3 itu.

BACA JUGA :

"Dicek dulu ya bang," kata Chaerul Anwar saat dikonfirmasi pada Selasa (27/1/2020) siang.

Chaerul menuturkan, saat dilakukan penelusuran terhadap foto-foto tersebut, diketahui ternyata informasi itu benar adanya. Foto-foto itu diambil dari penumpang yang tiba-tiba jatuh di Terminal 3 Bandara Soetta.

"Benar di Terminal 3 Bandara Soetta. Tetapi bukan karena virus corona. Lagi ditelusuri detailnya," ucapnya.


Dapatkan informasi terbaru di PT Bestprofit Futures

WWW.BEST-PROFITFUTURES.COM

PT BEST PROFIT FUTURES


sumber : Investing

Senin, 27 Januari 2020

BestProfit - Pandai Lihat Potensi Bisnis, Pria Ini Sukses Raup Rp67 Trilun dari Pakaian Yoga

PT BestProfit - Pandai Lihat Potensi Bisnis, Pria Ini Sukses Raup Rp67 Trilun dari Pakaian Yoga | PT Best Profit Futures Pontianak


Bestprofit (27/01) - Yoga merupakan salah satu kegiatan olahraga yang memiliki banyak manfaat. Yang ternyata, tak hanya dapat menenangkan pikiran, yoga juga bisa mendatangkan pundi-pundi uang. Uniknya, bukan dengan membuka studio yoga melainkan pakaian khusus yoga. Dialah seorang pengusaha bernama Chip Wilson.

Berkat pakaian khusus yoga ini. Ia menjadi kaya karena menjual pakaian khusus yoga dengan nama usaha Lululemon.

Berdasarkan Forbes, saat ini Chip berada di urutan 597 orang terkaya dunia. Kekayaannya bahkan mencapai US$ 4,8 miliar atau setara dengan Rp67,2 triliun.
    Mengutip successstory beberapa waktu lalu, Chip Wilson yang lahir pada 1956 merupakan sarjana dari Universitas of Calgary.

    Pada tahun 1979, peselancar Kanada yang merupakan kelahiran California ini memulai bisnis melalui Westbeach Snowboard Ltd yakni perusahaan yang berfokus pada pakaian khusus snowboarding, skateboarding, dan surfboarding.

    BACA JUGA :

    Ia telah menjual perusahaan itu usai dua dekade berjalan pada tahun 1997. Di perusahaan tersebut, ia menjabat sebagai CEO dari 1980 hingga 1996 dan kepala desain dan produksi dari 1995 hingga 1997.

    Selanjutnya ia pun memutuskan untuk memulai Lululemon Athlateica inc pada tahun 1998 yang merupakan sebuah perusahaan perlengkapan khusus yoga. Toko Lululemon pertama berdiri pada tahun 2000 di Kitsilano.

    Chip Wilson mengaku melihat adanya peningkatan popularitas yoga di barat. Lantaran yoga tidak memerlukan peralatan dan tak ada pakaian khusus, Wilson pun melihat potensi itu menggiurkan. Ia pun mulai menciptakan merek pakaian yoga yang nyaman, tahan lama dan pantas untuk dipakai di luar studio.

    Ya, pengamatan Wiilson pun benar, bisnis yang ia bangun cepat berkembang pesat. Bisnis pakaian khusus yoga ini pun akhirnya mengantarkan Wilson menjadi miliuner.

    Namun, Chip melepas jabatannya sebagai CEO dari 1998-2005 dan kepala produk dan desainer 2005-2010 di usaha pakaian khusus yoga yang ia bangun. Ia pun mengundur diri dari seluruh operasi perusahaan pada tahun 2012. Kemudian, ia menjual 27% sahamnya atau sebesar US$ 845 juta pada tahun 2014.


    Dapatkan informasi terbaru di PT Bestprofit Futures

    WWW.BEST-PROFITFUTURES.COM

    PT BEST PROFIT FUTURES


    sumber : Investing

    Jumat, 24 Januari 2020

    BestProfit - Emas Stabil di Level $1.560 Ditengah Kekhawatiran Wabah Virus Korona

    PT BestProfit - Emas Stabil di Level $1.560 Ditengah Kekhawatiran Wabah Virus Korona | PT Best Profit Futures Pontianak


    Bestprofit (24/01) - Emas hanya sedikit berubah dari penutupan Kamis (23/01) naik ke level $1.562,5 selama sesi Asia pada Jumat (24/01) pagi.

    Harga emas baru-baru ini mendapat dorongan naik dari sentimen risiko pasar di tengah kekhawatiran wabah virus dari Cina dan juga berita utama perdagangan.

    Namun, kenaikan dolar AS tampaknya membatasi penguatan logam kuning ini.

    Menurut laporan yang dilansir FXStreet Jumat (24/01) pagi, wabah virus korona Cina memicu aksi migrasi dari aset berisiko menuju aset safe haven.

    Sejauh ini, penyakit yang ditularkan antar manusia telah merenggut 17 korban jiwa dan menyebar keluar dari perbatasan Cina yang menimbulkan kekhawatiran akan kejadian penyebaran virus Sindrom Pernafasan Akut Berat (SARS) yang telah merenggut 774 korban jiwa pada 2002/03 kembali terulang.

    BACA JUGA :
    Pembaruan terbaru menunjukkan bahwa Jepang mengonfirmasi kasus kedua virus korona sementara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) masih yakin masih terlalu dini untuk menyebutnya sebagai ancaman internasional.

    Di sisi perdagangan, pasar tampaknya telah berpaling dari perang dagang AS-Cina tetapi pergolakan AS-Uni Eropa akhir-akhir ini mendapatkan perhatian utama. Alasannya adalah status kawasan itu sebagai pelanggan terbesar AS. Juga bergabung dengan sinyal perang dagang adalah ancaman Presiden AS Donald Trump untuk memungut tarif bagi produk asal Inggris.

    Selain itu, rapat dengar pendapat pemakzulan Presiden AS Trump, serta masalah geopolitik di Timur Tengah juga berkontribusi pada sentimen perdagangan.


    Dapatkan informasi terbaru di PT Bestprofit Futures

    WWW.BEST-PROFITFUTURES.COM

    PT BEST PROFIT FUTURES


    sumber : Investing

    Kamis, 23 Januari 2020

    Bestprofit - Usulan Pembubaran OJK, Penyelesaian Jiwasraya Bagaimana?

    PT BestProfit - Usulan Pembubaran OJK, Penyelesaian Jiwasraya Bagaimana? | PT Best Profit Futures Pontianak


    Bestprofit (23/01) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diusulkan untuk dibubarkan. Hal tersebut imbas dari beberapa kasus besar yang terjadi beberapa hari ini dari mulai Jiwasraya hingga Asabri. Lantas bagaimanakah nasib penyelesaian kasus Jiwasraya jika OJK dibubarkan?

    Pengamat Asuransi Irvan Rahardjo mengatakan, meskipun OJK dibubarkan, penyelesaian kasus Jiwasraya dipastikan akan terus berjalan. Sebab, selama ini OJK dinilai kurang berperan aktif dalam penyelesaian kasus Jiwasraya ini. Padahal, lanjutnya, lembaga dan instansi lain sudah mulai bergerak bebas ketika Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengeluarkan pernyataan adanya potensi kerugian negara hingga Rp13,7 triliun.

    "Enggak ada pengaruhnya. Dia juga enggak kerja kok," ujarnya, Rabu (22/1/2020).

    Lagipula, lanjut Irvan, ada atau tidaknya OJK, uang klaim nasabah akan dibayarkan pada Februari. Ada dua opsi nantinya yang akan dipakai untuk membayar utang klaim kepada para nasabah Jiwasraya.

    BACA JUGA :


    Dirinya mengatakan, opsi pertama adalah membayar dengan menggunakan suntikan modal dari investor. Sementara cara kedua adalah dengan menggunakan skema penggabungan perusahaan asuransi pelat merah dengan membentuk holding BUMN Asuransi.

    Apalagi, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir juga sudah beberapa kali memberikan sinyal untuk membentuk Holding BUMN asuransi. Meskipun hingga saat ini belum diketahui secara jelas kapan tepatnya serta siapa saja yang akan menjadi anggota holding tersebut.

    "(Bulan) Februari nanti dibayar Jiwasraya dari investor dan holding," kata Irvan.

    Justru menurut Irvan, dengan adanya OJK, penyelesaian skandal kasus ini akan jauh lebih lambat. Salah satu contohnya adalah ketika memberikan izin untuk melakukan restrukturisasi kepada Jiwasraya.

    Lembaga dan instansi lain langsung mengeluarkan tindakan untuk melakukan restrukturisasi pada Jiwasraya. Namun, OJK yang fungsinya sebagai lembaga pengawasan ini justru lambat memberikan izin ini.

    "Kalau masih ada OJK lebih lambat. Kasih izin restrukturisasi Jiwasraya 9 bulan dari Januari 2019, baru turun September 2019," ucapnya.


    Dapatkan informasi terbaru di PT Bestprofit Futures

    WWW.BEST-PROFITFUTURES.COM

    PT BEST PROFIT FUTURES


    sumber : Investing

    Rabu, 22 Januari 2020

    Bestprofit - Terima Permintaan Penyidikan Asabri, PPATK: Penelusurannya 'Follow The Money'

    PT BestProfit - Terima Permintaan Penyidikan Asabri, PPATK: Penelusurannya 'Follow The Money' | PT Best Profit Futures Pontianak


    Bestprofit (22/01) - Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Kiagus Ahmad Badaruddin, mengaku telah menerima permintaan untuk melakukan penyelidikan terhadap transaksi keuangan pada kasus PT Asabri (Persero). PPATK juga telah menerima permintaan untuk melakukan hal yang sama terkait kasus PT Jiwasraya.

    Kiagus mengatakan, dirinya belum dapat menjelaskan secara detail terkait perkembangan pemeriksaan aliran dana kasus Asabri tersebut sebab hingga saat ini proses penyelidikannya belum dimulai.


    "Belum, belum. Jadi memang sudah ada permintaan tapi belum selesai untuk kasusnya Asabri," katanya belum lama ini.

    Kiagus menuturkan, dalam kasus ini PPATK mempunyai peran untuk mendukung proses pemeriksaan yang dilakukan oleh aparat penegak hukum melalui aliran transaksi atau pendekatan follow the money. "Prinsipnya PPATK ingin mendukung khususnya dari pendekatan follow the money jadi dari aliran transaksinya saja," ujarnya.

    BACA JUGA :

    Sementara itu, Kiagus mengatakan PPATK juga telah menerima permintaan untuk melakukan penyelidikan terhadap aliran dana pada kasus PT Asuransi Jiwasraya (Persero) dari pihak Kejaksaan Agung. Ia menyebutkan, permintaan tersebut diterima pada pekan lalu dan nantinya hasil dari penelurusan akan langsung diserahkan kepada aparat penegak hukum.

    Kiagus menjelaskan proses penyelidikan oleh PPATK harus melalui prekuisit atau atas permintaan sehingga pihaknya harus menunggu adanya permintaan dari suatu pihak dahulu sebelum melakukan pemeriksaan.

    "PPATK itu melakukan pemeriksaan melalui prekuisit atau atas permintaan. Artinya, karena ini persoalannya kompleks, trigger-nya juga tidak ada sehingga yang kita masuk berdasarkan permintaan," jelasnya.

    Kiagus mengatakan untuk permintaan memproses aliran dana kasus Jiwasraya oleh Kejaksaan Agung baru masuk setelah PPATK menyelesaikan permohonan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk mendeteksi kerugian negara.

    "Kita masuk berdasarkan permintaan seperti dari BPK untuk melihat kerugian negara dan kami sudah sampaikan ke sana dan dari Kejaksaan yang saat ini sedang berproses," ujarnya.



    Dapatkan informasi terbaru di PT Bestprofit Futures

    WWW.BEST-PROFITFUTURES.COM

    PT BEST PROFIT FUTURES


    sumber : Investing

    Selasa, 21 Januari 2020

    BestProfit - Dolar AS Ngamuk, Rupiah Remuk Dah!

    PT BestProfit - Dolar AS Ngamuk, Rupiah Remuk Dah! | PT Best Profit Futures Pontianak


    Bestprofit (21/01) - Aset keuangan safe haven, dolar AS, tengah perkasa di hadapan mayoritas mata uang dunia. kecuali franc dan yen. 

    Bak membalas kekalahan sebelumnya, kali ini pasukan mata uang dunia dilumpuhkan oleh dolar AS, termasuk di dalamnya adalah dolar Australia, euro, poundsterling, dolar New Zealand, dolar Kanada, dolar Hong Kong, won, dolar Singapura, baht, dolar Taiwan, dan rupiah.

    Asal tahu saja, Sang Garuda sudah sejak pagi terkoreksi di hadapan dolar AS. Kala pembukaan pasar, rupiah melemah -0,04% ke level Rp13.630 per dolar AS. Pelemahan tersebut terus bertambah tebal lantaran minimnya sentimen pendukung rupiah.

    BACA JUGA :

    Hingga pukul 14.54 WIB, rupiah tertekan -0,11% ke level Rp13.660 per dolar AS. Rupiah juga tertekan cukup dalam terhadap euro (-0,12%) dan poundsterling (-0,10%). Beruntungnya, di hadapan dolar Australia rupiah maih unggul sebesar 0,15%.

    Adapun di hadapan mayoritas mata uang Asia, rupiah bergerak cenderung menguat. Hingga sore ini, rupiah tak lebih baik dari yen (-0,36%), dolar Hong Kong (-0,11%), dan dolar Taiwan (-0,02%). Kendati begitu, rupiah tampil lebih baik daripada won (0,76%), yuan (0,50%), ringgit (0,24%), baht (0,18%), dan dolar Singapura (0,12%).



    Dapatkan informasi terbaru di PT Bestprofit Futures

    WWW.BEST-PROFITFUTURES.COM

    PT BEST PROFIT FUTURES


    sumber : Investing

    Senin, 20 Januari 2020

    BestProfit - Faktor Pemicu Penting bagi Kenaikan Koin Digital Bitcoin

    PT BestProfit - Faktor Pemicu Penting bagi Kenaikan Koin Digital Bitcoin | PT Best Profit Futures Pontianak


    Bestprofit (20/01) - Selama beberapa bulan pertama tahun 2019, harga Bitcoin (BTC) tetap berada di bawah angka $4.000, dengan demikian memperkuat kekhawatiran bahwa pasar memang di tengah-tengah tren penurunan yang panjang. 

    Tidak hanya itu, tetapi sepanjang 2018, ruang ini menyaksikan keruntuhan simultan sekitar 2.000 mata uang kripto - yang kehilangan sekitar 80% dari kapitalisasi pasar gabungan.

    Menurut laporan Cointelegraph Senin (20/01) pagi, putaran kenaikan 2017 benar-benar memperluas jangkauan global pasar kripto, dengan banyak investor pemula menyadari Bitcoin dan potensinya di sekitar waktu itu. Namun, setelah aset kripto unggulan mencapai nilai tertinggi sepanjang masa hampir di $20.000, mayoritas analis dan pakar mulai menyadari bahwa momentum positif ini tidak dapat dipertahankan lebih lama dan bahwa pasar akan selalu beralih ke arah yang lebih bearish.

    Memang, itulah yang terjadi setelah beberapa bulan pertama tahun 2018, ketika nilai BTC jatuh ke $ 3.300. Itu juga di sekitar kisaran harga ini bahwa sejumlah ahli berpikir Bitcoin telah menemukan bagian bawahnya. Setiap kali aset menemukan level terendahnya, volatilitas keseluruhan umumnya cenderung menurun. Hal yang sama diamati untuk BTC sehingga selama paruh pertama Januari 2019, volatilitas asli mata uang ini turun ke level yang sangat rendah.

    Indikator penting lainnya yang tampaknya menunjukkan bahwa Bitcoin mencapai titik terendah antara Desember 2018 dan Januari 2019 adalah hasil bagi hash ribbon-nya. Dalam hal ini, ketika penanda pita hash mengirimkan sinyal beli, ini sering menunjukkan bahwa level terendah telah terbentuk - itulah yang terjadi dengan BTC pada awal 2019.

    BACA JUGA :

    Faktor kunci lainnya yang membantu peningkatan koin kripto tahun 2018-19 adalah sebagai berikut:

    1. Dukungan Cina

    Pada 25 Oktober 2019, ketika harga USD/BTC berada di kisaran $7.500, Presiden Cina Xi Jinping mengumumkan bahwa ia akan mempercepat upaya negaranya untuk mengadopsi blockchain dalam mempromosikan inovasi teknologi baru di sejumlah industri lokal Cina.

    Dan juga terungkap tahun lalu bahwa Cina akan merilis mata uang digital bank sentral sendiri sekitar tahun 2020. Mata uang ini disebut "digital yuan" dan pada dasarnya akan berfungsi sebagai bentuk uang yang dipatok dan akan didukung oleh otoritas bank sentral Cina.

    2. Peningkatan adopsi arus utama

    Selama 12 bulan terakhir, sejumlah entitas keuangan yang mapan, seperti JPMorgan Chase dan Wells Fargo, mengumumkan bahwa mereka tengah bekerja untuk membuat token kripto sendiri atau menggunakan teknologi blockchain untuk merampingkan proses kerja internal perusahaan. Pengesahan arus utama ini membantu meningkatkan kepercayaan di kalangan investor yang beroperasi dalam ruang pasar yang relatif baru lahir ini.

    3. Antisipasi pemecahan bitcoin

    Alasan lain mengapa pasar berubah bullish adalah kemungkinan penyebaran sentimen positif peristiwa halving (pengurangan, red) setengah Bitcoin yang dijadwalkan berlangsung pada 12 Mei 2020.

    4. Siklus pergerakan pasar

    Pasar mata uang digital mengalami siklus naik turun secara berkala. Misalnya, setelah melonjak sepanjang tahun 2014, nilai Bitcoin turun cukup besar pada tahun berikutnya. Tren serupa diamati pada 2017 dan 2018.

    5. Pengumuman Libra

    Sebelumnya pada tahun 2019, Mark Zuckerberg menyampaikan kepada dunia tentang visinya untuk mata uang kripto arus utama yang akan memungkinkan pengguna platform media sosial Facebook memfasilitasi pembayaran skala lokal/internasional dengan satu sentuhan tombol.

    6. Peluncuran Bakkt

    September 2019 menyaksikan peluncuran platform aset digital Intercontinental Exchange yang telah lama ditunggu-tunggu, Bakkt. Platform ini sangat heboh sebelum diluncurkan lantaran akhirnya memberi jalan bagi pemain institusional dan lembaga keuangan besar untuk memasuki domain yang tengah berkembang ini dengan cara tercepat dan paling mudah.



    Dapatkan informasi terbaru di PT Bestprofit Futures

    WWW.BEST-PROFITFUTURES.COM

    PT BEST PROFIT FUTURES


    sumber : Investing

    Jumat, 17 Januari 2020

    BestProfit - Dipicu Perang Dagang, Pertumbuhan Cina Melambat di Tahun 2019

    PT BestProfit - Dipicu Perang Dagang, Pertumbuhan Cina Melambat di Tahun 2019 | PT Best Profit Futures Pontianak


    Bestprofit (17/01) - Pertumbuhan ekonomi Cina melambat ke tingkat terlemah selama nyaris 30 tahun pada tahun 2019 di tengah perang dagang dengan Amerika Serikat, investasi yang tersendat dan langkah-langkah stimulus tahun ini diharapkan akan membantu mencegah perlambatan lebih dalam.

    Menurut laporan yang dilansir Reuters Jumat (17/01) pagi, tetapi data pada hari Jumat juga menunjukkan ekonomi terbesar kedua di dunia itu mengakhiri tahun 2019 dengan catatan yang positif karena ketegangan perdagangan mereda sehingga menunjukkan serangkaian langkah-langkah untuk meningkatkan pertumbuhan selama dua tahun terakhir akhirnya mungkin mulai hadir.

    BACA JUGA :

    Produk domestik bruto (PDB) kuartal keempat meningkat 6,0% dari tahun sebelumnya, data dari Biro Statistik Nasional Cina menunjukkan, stabil pada tingkat laju yang sama dengan kuartal ketiga, kendati masih yang menjadi tingkat terendah selama hampir tiga dekade.

    Data ini memperlihatkan pertumbuhan setahun penuh sebesar 6,1%, tingkat ekspansi tahunan paling lambat yang pernah dirasakan Cina sejak tahun 1990. Analis memperkirakan bakal melambat dari 6,6% pada 2018 menjadi 6,1%.

    Untuk triwulanan, ekonomi tumbuh sebesar 1,5% pada periode Oktober-Desember, juga sesuai dengan ekspektasi dan tingkat laju yang sama dengan tiga bulan sebelumnya.


    Dapatkan informasi terbaru di PT Bestprofit Futures

    WWW.BEST-PROFITFUTURES.COM

    PT BEST PROFIT FUTURES


    sumber : Investing

    Kamis, 16 Januari 2020

    BestProfit - Bursa Asia Mayoritas Menguat, Pasar Keuangan Dapat Angin Segar

    PT BestProfit - Bursa Asia Mayoritas Menguat, Pasar Keuangan Dapat Angin Segar | PT Best Profit Futures Pontianak


    Bestprofit (16/01) - Bursa Asia mayoritas mengalami tren penguatan pada Kamis (16/01) setelah Amerika Serikat dan Cina menandatangani kesepakatan untuk meredakan perang dagang yang telah berlangsung selama 18 bulan, dan berdampak pada perlambatan pertumbuhan ekonomi global dan menghambat investasi.

    Indeks MSCI saham Asia-Pasifik di luar Jepang (MIAPJ0000PUS) naik 0,10% Nikkei 225 Jepang naik 0,14% Hang Seng Hongkong naik 0.61%, S&P Australia (AXJO) juga naik 0,6%, sementara Shanghai Composite Composite turun 0.04%.

    BACA JUGA :

    Presiden AS Donald Trump dan Wakil Perdana Menteri Cina Liu He pada hari Rabu menandatangani kesepakatan yang akan menurunkan beberapa tarif impor dan disisi lain Cina berjanji akan meningkatkan pembelian barang dan jasa dari AS senilai $ 200 miliar dalam periode dua tahun ke depan.

    Namun kesepakatan itu tidak membahas masalah ekonomi struktural yang mengarah ke konflik perdagangan, dan tidak sepenuhnya menghapuskan tarif yang saat ini masih diberlakukan, sementara target pembelian $ 200 miliar terlihat agak mustahil untuk direalisasikan.

    Tapi setidaknya kesepakatan itu mengurangi ketidakpastian di pasar keuangan.

    Dapatkan informasi terbaru di PT Bestprofit Futures


    PT BEST PROFIT FUTURES

    sumber : Investing

    Rabu, 15 Januari 2020

    BestProfit - Lagi! Paladium Catat Rekor Sejarah Baru, Emas Lanjutkan Penurunan

    PT BestProfit - Lagi! Paladium Catat Rekor Sejarah Baru, Emas Lanjutkan Penurunan | PT Best Profit Futures Pontianak


    Bestprofit (15/01) - Paladium kembali memimpin kenaikan di antara logam mulia pada Rabu (15/01) pagi, dengan harga spot logam katalis kendaraan ini mencatatkan rekor sejarah baru di tengah kekhawatiran dari tekanan pasokan. Sementara investor emas terus mengurangi keuntungan pada logam kuning ini.

    Paladium spot melonjak $53,36, atau sebesar 2,5%, di $2.185,63 per ons pada pukul 3:00 PM ET (20:00 GMT). Sebelumnya paladium mencapai tingkat tertinggi sepanjang masa di $2.193.

    Paladium berjangka ditutup melesat $44,20, atau sebesar 2,2%, di $2,123,30, setelah menyentuh rekor tertinggi sebelumnya di $2,126,55.

    BACA JUGA :
    Paladium, bintang komoditas tahun 2019 dengan kenaikan 55%, sekali lagi memimpin keuntungan di antara logam mulia dengan mengantongi kenaikan hampir 11% tahun ini. Paladium telah melonjak lagi dalam dua minggu terakhir akibat tekanan pasokan di negara-negara produsen utama Afrika Selatan dan Rusia.

    "Paladium adalah kisah yang lebih menarik lagi dalam logam mulia sementara emas mencoba menemukan level support yang lebih baik di area $1.500," ujar George Gero, analis logam mulia RBC Wealth Management di New York.

    Emas berjangka COMEX untuk penyerahan Februari di New York ditutup turun $6, atau sebesar 0,4%, menjadi $1.544,60 per ons.

    Emas spot, yang mencerminkan perdagangan langsung fisik emas, turun $1,61, atau sebesar 0,1%, di $1.546,44 pada pukul 03:18 PM ET (20:18 GMT).

    Emas mengawali tahun 2020 ini dengan kenaikan kuat dan mencapai level tertinggi hampir tujuh tahun di atas $1.600 per ons dipicu meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, sebelum penurunan konflik AS-Iran yang tiba-tiba merampas keuntungan atas logam kuning ini.


    Dapatkan informasi terbaru di PT Bestprofit Futures


    PT BEST PROFIT FUTURES

    sumber : Investing

    Selasa, 14 Januari 2020

    BestProfit - Aksi Ambil Untung Bikin Emas Terus Melemah, tapi Tetap Kokoh di Atas $1.500

    PT BestProfit - Aksi Ambil Untung Bikin Emas Terus Melemah, tapi Tetap Kokoh di Atas $1.500 | PT Best Profit Futures Pontianak


    Bestprofit (14/01) - Aksi ambil untung dari pekan lalu yang menghilangkan harga emas mundur dari tingkat tertinggi tujuh tahun kembali muncul pada Selasa (14/01) pagi dengan pasar terus beroperasi tanpa takut akan ledakan hubungan AS-Iran lainnya.

    Antisipasi dari kesepakatan tahap satu AS-Cina juga memungkinkan beberapa risiko kembali ke pasar sehingga memicu saham-saham di Wall Street ke rekor tertinggi.

    Emas berjangka COMEX untuk penyerahan Februari di New York ditutup turun $9,50, atau sebesar 0,6%, di $1,550.60 per ons.

    Emas spot, yang mencerminkan perdagangan langsung fisik emas, melemah $12,25, atau sebesar 0,8%, di $1,549,78 pada pukul 02:40 PM ET (19:40 GMT).

    Namun, emas terus dengan kuat mempertahankan level $1.500 dan itu membuktikan kedudukannya sebagai tempat yang aman terhadap risiko besar, kata para analis.

    BACA JUGA :
    "Investor emas masih memiliki banyak hal untuk dilihat dalam berita utama mendatang, mulai dari pemakzulan Donald Trump hingga masalah geopolitik di kawasan euro dan lanjutan masalah Brexit," kata George Gero dari unit riset logam mulia di RBC Wealth Management.

    Media sosial dibanjiri dengan gambar-gambar protes di Teheran pada hari Senin ketika warga Iran ramai-ramai turun ke jalan untuk mengutuk kepemimpinan Iran setelah pasukan Teheran tidak sengaja menjatuhkan pesawat komersial Ukraina ketika memborbardir pangkalan udara AS di Irak. Tetapi protes itu terkendali dan tidak mengarah pada lonjakan risiko global.

    Di Wall Street, ketiga indeks saham utama AS mencapai rekor tertinggi untuk mengantisipasi tahap satu AS-Cina yang akan ditandatangani Rabu. Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan kepada Fox News Ahad malam bahwa Cina telah berjanji untuk membeli produk pertanian AS senilai $40 miliar hingga $50 miliar setiap tahun dan total $200 miliar barang AS selama dua tahun ke depan. Beijing belum resmi memberikan komentar mengenai kesepakatan yang akan datang.

    Dapatkan informasi terbaru di PT Bestprofit Futures


    PT BEST PROFIT FUTURES

    sumber : Investing

    Senin, 13 Januari 2020

    BestProfit - Dolar AS Alami Tekanan Pasca Rilis Data Pekerjaan di AS Alami Penurunan

    PT BestProfit - Dolar AS Alami Tekanan Pasca Rilis Data Pekerjaan di AS Alami Penurunan | PT Best Profit Futures Pontianak


    Bestprofit (13/01) - IEUR/USD mengalami tekanan dengan mendekati level support yang berubah menjadi titik resisten di 1,1132 dan level ini juga merupakan garis trend naik dari posisi terendah 29 November dan 24 Desember.

    Dolar AS bergerak turun setelah data pekerjaan yang lemah dan angka pertumbuhan upah yang dirilis Jumat menurut laporan yang dilansir FXStreet Senin (13/01) pagi.

    Data upah non pertanian AS menunjukkan ekonomi menambah 145 ribu pekerjaan pada bulan Desember dan tidak mencapai estimasi dengan margin besar untuk penambahan 164 ribu. Selanjutnya, data ini merevisi turun pengurangan 15.000 pekerjaan dari bulan-bulan sebelumnya.

    BACA JUGA :

    Lebih penting lagi, rata-rata pendapatan per jam naik 2,9% tahun ke tahun di bulan Desember dibandingkan dengan proyeksi 3,1%. Angka itu merupakan yang pertama kalinya di bawah 3% sejak Juli 2018.

    Pertumbuhan upah yang lesu ini kemungkinan menghidupkan kembali ketakutan atas disinflasi (penurunan tingkat inflasi, red). Akibatnya, imbal hasil obligasi 10 tahun AS berkurang tujuh basis poin menjadi 1,81% pada hari Jumat dan dapat memperpanjang kerugian pada hari Senin. Hal ini semakin memperkuat permintaan dan kenaikan untuk EUR/USD.


    Dapatkan informasi terbaru di PT Bestprofit Futures


    PT BEST PROFIT FUTURES

    sumber : Investing

    Jumat, 10 Januari 2020

    BestProfit - Indeks Bursa Dunia Cetak Rekor, Sektor Teknologi Pimpin Reli

    PT BestProfit - Indeks Bursa Dunia Cetak Rekor, Sektor Teknologi Pimpin Reli | PT Best Profit Futures Pontianak


    Bestprofit (10/01) - Indeks saham dunia mencapai rekor tertinggi. Pergerakan ini mendapat dorongan dari penurunan cepat eskalasi ketegangan AS-Iran yang membuat investor berspekulasi pada pertumbuhan global yang lebih cepat, terutama di sektor teknologi.

    Menurut laporan yang dilansir Reuters Jumat (10/01) pagi, indeks MSCI yang terdiri dari saham-saham dunia di 49 negara sedikit menguat untuk mencapai level tertinggi sepanjang masa di 570, 07 pada Selasa silam dan indeks saham Asia-Pasifik selain Jepang naik 0,18%.

    BACA JUGA :

    Indeks Nikkei Jepang meningkat 0,34% sementara saham-saham Australia (AXJO) menguat 0,7% ke rekor tertinggi. Bursa Cina (SSEC) sedikit berubah di 3,087.

    Keuntungan yang ditorehkan oleh bursa saham Asia tersebut mengikuti catatan rekor lain pada indeks acuan regional STOXX 600 di Eropa dan tiga indeks saham utama di Wall Street.

    Indeks S&P 500 (SPX) bertambah 0,67%, dengan sektor teknologinya naik lebih dari 1%. Apple (O:AAPL) naik 2,1%, dibantu oleh berita bahwa penjualan iPhone di Cina pada Desember melonjak lebih dari 18% periode tahun ke tahun.

    Dan juga investor menyambut baik laporan bahwa Wakil Perdana Menteri Cina Liu He, kepala tim perundingan dagang Cina untuk AS, bakal mengunjungi Washington minggu depan untuk menandatangani kesepakatan perdagangan dengan Amerika Serikat.


    Dapatkan informasi terbaru di PT Bestprofit Futures


    PT BEST PROFIT FUTURES

    sumber : Investing