Bestprofit Futures - Ucapan Selamat Dari Obama
Presiden terpilih periode 2014-2019,
Joko Widodo, mengaku
telah mendapat ucapan selamat dari Presiden
Amerika Serikat Barrack Obama. "Tadi siang, Presiden Obama sudah
memberikan selamat dan kami ingin memperkuat lagi hubungan antara Indonesia dan
Amerika. Singapura juga sama," kata Jokowi di Balaikota, Jakarta, Rabu
(23/7/2014).
Meski demikian, Jokowi mengaku hal itu baru sekadar wacana dan belum ada pemikiran detail. Saat ini, menurut dia, masih dalam masa transisi dari jabatan gubernur menjadi presiden RI.Pakai bahasa Indonesia loh. Dia bilang, 'Apa kabar Pak Jokowi?' Gitu. Terus kasih selamat. Nanti kita ketemu di China (Tiongkok). Sudah itu saja," ujar Jokowi di Balaikota, Rabu siang.
Pertemuan di Tiongkok yang dimaksud ialah pertemuan antara negara-negara yang tergabung di dalam Asia Pacific Economic Cooperation (APEC). Acara tersebut digelar pada November 2014, satu bulan setelah Joko Widodo-Jusuf Kalla dilantik menjadi presiden dan wakil presiden pada 20 Oktober.
Pembicaraan melalui sambungan telepon itu, lanjut Jokowi, berlangsung selama dua menit saja. Jokowi mengaku bahwa keduanya tidak membahas soal isu-isu hubungan antar-kedua negara atau isu-isu internasional. Komunikasi keduanya hanya sebatas memberi selamat atas terpilihnya Jokowi-JK menjadi presiden dan wakil presiden.
Meski demikian, Jokowi mengaku hal itu baru sekadar wacana dan belum ada pemikiran detail. Saat ini, menurut dia, masih dalam masa transisi dari jabatan gubernur menjadi presiden RI.Pakai bahasa Indonesia loh. Dia bilang, 'Apa kabar Pak Jokowi?' Gitu. Terus kasih selamat. Nanti kita ketemu di China (Tiongkok). Sudah itu saja," ujar Jokowi di Balaikota, Rabu siang.
Pertemuan di Tiongkok yang dimaksud ialah pertemuan antara negara-negara yang tergabung di dalam Asia Pacific Economic Cooperation (APEC). Acara tersebut digelar pada November 2014, satu bulan setelah Joko Widodo-Jusuf Kalla dilantik menjadi presiden dan wakil presiden pada 20 Oktober.
Pembicaraan melalui sambungan telepon itu, lanjut Jokowi, berlangsung selama dua menit saja. Jokowi mengaku bahwa keduanya tidak membahas soal isu-isu hubungan antar-kedua negara atau isu-isu internasional. Komunikasi keduanya hanya sebatas memberi selamat atas terpilihnya Jokowi-JK menjadi presiden dan wakil presiden.
Selain Obama, beberapa kepala negara lain sudah mengucapkan selamat atas kemenangannya dalam Pilpres 2014. Jokowi menjelaskan, pada Selasa (22/7/2014) malam, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah meneleponnya untuk mengucapkan selamat. Wakil Presiden Boediono dan Perdana Menteri Singapore Lee Hsien Loong pun telah mengucapkan selamat.
"Pak Perdana Menteri Australia Tony Abott juga langsung telepon saya," kata Jokowi.
Dan juga ucapan selamat kepada Joko Widodo juga sudah
disampapikan oleh dua pemimpin negara ASEAN.Perdana Menteri Singapura, Lee
Hsien Loong, lewat Twitter mengatakan, "Menantikan kerja sama dengannya
untuk memperkuat hubungan Indonesia-Singapura."
Sedangkan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak, menulis pesan,
"Selamat untuk @jokowi_do2 yang memenangkan pemilihan presiden Indonesia.
Berharap bisa menegaskan kembali hubungan biltateral dan menanti bertemu
Anda."
Sementara itu Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, John Kerry, dalam
pernyataannya menyebutkan kemenangan Jokowi memperlihatkan rakyat Indonesia
kembali bersatu menunjukkan komitmen untuk demokrasi melalui pemilihan yang
bebas dan adil.
Setelah dinyatakan menjadi presiden
terpilih oleh KPU,
Jokowi kembali aktif menjadi Gubernur DKI Jakarta mulai Rabu . Aktifnya Jokowi
sebagai Gubernur DKI ini sesuai Keppres Nomor 52/P Tahun 2014 tanggal 31 Mei
2014.
Jokowi nonaktif sebagai Gubernur DKI sepanjang ia mencalonkan diri sebagai presiden, berkampanye, hingga penetapan presiden terpilih. Jokowi pun tak memerlukan keppres untuk pengaktifan gubernur kembali.
Sebelumnya, KPU telah mengesahkan penghitungan suara nasional Pilpres 2014. Dari data 33 provinsi di Indonesia, pasangan Jokowi-JK unggul mengalahkan pasangan Prabowo-Hatta dengan perolehan suara 53,15 persen. Dengan terpilihnya Jokowi sebagai presiden, otomatis Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama naik menjadi gubernur DKI Jakarta.
Jokowi nonaktif sebagai Gubernur DKI sepanjang ia mencalonkan diri sebagai presiden, berkampanye, hingga penetapan presiden terpilih. Jokowi pun tak memerlukan keppres untuk pengaktifan gubernur kembali.
Sebelumnya, KPU telah mengesahkan penghitungan suara nasional Pilpres 2014. Dari data 33 provinsi di Indonesia, pasangan Jokowi-JK unggul mengalahkan pasangan Prabowo-Hatta dengan perolehan suara 53,15 persen. Dengan terpilihnya Jokowi sebagai presiden, otomatis Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama naik menjadi gubernur DKI Jakarta.
Posting Komentar