Best Profit - Wakil Gubernur BOJ: Terlalu Dini untuk Mengetatkan Kebijakan Moneter Sekarang

Kamis, 03 Februari 20220 komentar


 

Best Profit - Wakil Gubernur BOJ: Terlalu Dini untuk Mengetatkan Kebijakan Moneter Sekarang | PT Best Profit Futures Pontianak


Bestprofit (03/02) - Bank of Japan tidak memiliki rencana untuk mengubah kebijakan moneter nan ultra-longgarnya lantaran tingkat inflasi masih jauh dari target 2%, Wakil Gubernur Masazumi Wakatabe menyatakan, meredam spekulasi bahwa laju inflasi dapat mendorongnya untuk mengubah target imbal hasil.

Melansir laporan Reuters Kamis (03/02), Wakatabe mengatakan dalam pidatonya pada hari Kamis bahwa inflasi konsumen dapat meningkat menjadi sekitar 1% dalam beberapa bulan mendatang dan bisa meningkat lebih dari yang diharapkan karena lebih banyak perusahaan berusaha untuk membebankan biaya yang lebih tinggi kepada rumah tangga.

Tetapi BOJ harus mempertahankan program stimulus besar-besaran karena ekspektasi inflasi belum naik menuju target 2% bank sentral, katanya.

"Terlalu dini untuk mengetatkan kebijakan moneter sebelum inflasi mencapai target BOJ, karena hal itu dapat melumpuhkan pemulihan ekonomi," tegas Wakatabe, yang dianggap sebagai salah satu anggota dewan BOJ yang berpandangan paling dovish.

"Kami sama sekali tidak memiliki rencana untuk mengubah kebijakan," katanya kemudian dalam konferensi pers.

Beberapa analis memperkirakan inflasi konsumen mendekati 2% pada bulan April dan seterusnya, ketika hambatan dari pemotongan biaya ponsel berakhir dan peningkatan biaya bahan baku global memicu lebih banyak kenaikan harga.

Wakatabe mengatakan tidak akan cukup bagi inflasi untuk secara singkat menyentuh 2% bagi BOJ untuk menarik stimulus. Ia menambahkan bahwa inflasi harus naik cukup lama untuk mengubah persepsi publik tentang pergerakan harga di masa depan dan memicu kenaikan upah.

"Akan tepat untuk memperketat kebijakan jika ekspektasi upah dan inflasi melonjak lebih tinggi, dan memicu efek putaran kedua yang mendorong inflasi di atas target kami," kata Wakatabe.

"Di negara seperti Jepang di mana ekspektasi inflasi jangka menengah dan panjang tidak mencapai 2%, respons kebijakan yang tepat adalah dengan mempertahankan kebijakan moneter yang longgar."

Di bawah kendali kurva imbal hasil (YCC), BOJ berjanji untuk membatasi imbal hasil obligasi 10 tahun sekitar 0% melalui pencetakan uang besar-besaran untuk meningkatkan inflasi ke target 2% yang sulit dipahami.

Pasar dipenuhi dengan spekulasi bahwa BOJ dapat menggeser target target YCC dari imbal hasil obligasi 10 tahun saat ini ke imbal hasil obligasi lima tahun karena inflasi bergerak naik, dan prospek kenaikan suku bunga AS yang stabil mendorong imbal hasil di seluruh dunia.

Imbal hasil utama JGB tenor 10 tahun Jepang mencapai 0,185% pada hari Senin, level tertinggi sejak dimulainya kebijakan suku bunga negatif BOJ enam tahun lalu. Terakhir angkanya tercatat sebesar 0,175% pada hari Kamis.

Wakatabe mengatakan ia tidak melihat masalah besar dengan kenaikan suku bunga jangka panjang baru-baru ini karena imbal hasil 10 tahun tetap dalam batas implisit 0,25% yang ditetapkan BOJ di sekitar target 0%.

"Selama imbal hasil 10 tahun bergerak dalam kisaran yang ditetapkan di sekitar target BOJ, hal itu tidak akan memiliki dampak negatif yang besar pada perekonomian," tutupnya pada konferensi pers.



This image has an empty alt attribute; its file name is QR-BPFNEWS.COM_.png

Dapatkan informasi terbaru di PT Bestprofit Futures

WWW.BEST-PROFITFUTURES.COM

PT BEST PROFIT FUTURES

Sumber : Investing

Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. PT BESTPROFIT FUTURES PONTIANAK - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger