Ekonomi Berbasis Gotong Royong

Kamis, 26 Juni 20140 komentar

Bestprofit Futures - Ekonomi  Berbasis Gotong Royong

Gotong royong dalam skala nasional, mampu menghidupkan perekenomian. Itulah pendapat Direktur Program Manajemen Bisnis Pascasarjana Institut Pertanian Bogor, Dr Arief Daryanto MEc. Menurutnya, semangat tolong menolong perlu ditanamkan kembali untuk membangun perekonomian nasional yang kuat.

“Bangsa Indonesia mulai mengalami pengikisan karakter. Semangat gotong royong yang telah lama terbangun mulai terkikis,” kata Dr Arief Daryanto. Menurut Arief Daryanto, semangat gotong royong merupakan modal yang sangat penting dalam membangun perekonimian sebuah negara.

Bestprofit Futures - “Semangat gotong royong dapat dijadikan sebagai modal penting dalam membangun perekonomian nasional,” ujar Arief Daryanto. Bila semangat gotong royong kembali tumbuh di tengah kehidupan masyarakat, dampaknya akan positif bagi penguatan sektor ekonomi dan berbagai sektor lainnya.

Semangat gotong royong merupakan cermin nasionalisme yang kuat. Apalagi falsafah gotong royong menjadi inti ajaran Pancasila, yang telah tumbuh di tengah masyarakat Indonesia sejak berabad-abad lalu,” papar Arief Daryanto

Bestprofit Futures - Kuatnya semangat gotong royong diyakini Arief Daryanto akan berdampak pada kuatnya rasa memiliki dan mencintai produk dalam negeri. “Bila kita memiliki jiwa gotong royong, tentu akan lebih mencintai produk negeri sendiri dari pada membeli produk asing,” terang Arief.

Kuatnya budaya gotong royong dalam membangun perekonomian sebuah bangsa, lanjut Arief Darynato, dicontohkan China. Negeri tersebut memiliki perekonomian yang kuat karena dibangun di atas pondasi gotong royong. “Orang China merasa lebih bangga dengan produk dalam negeri mereka ketimbang produk asing. Hal itu berdampak signifikan pada kuatnya ekonomi mereka,” ungkapnya.

Bestprofit Futures - Apa yang telah dilakukan China berupa pembangunan ekonomi negara berbasis pada semangat gotong royong dan cinta produk dalam negeri perlu ditiru untuk membangkitkan perekonomian Indonesia ke depan

Dengan Gotong Royong China Menjadi Terdepan

Bestprofit Futures - Di Indonesia, gotong royong hanya mandeg untuk urusan pembangunan fasilitas umum di pedesaan. Tapi tidak dengan di Cina. Ekonomi di China bangkit karena gotong royong ini. Mari sekali lagi belajar ke China.

Lihat saja. Harga produk China dipastikan lebih murah 30 persen sampai 50 persen, dari produk manapun di dunia. Banyak industri di negara maju gulung mesin saat menghadapi produk Cina. Bahkan sejumlah perusahaan di Amerika Serikat terpaksa merumahkan 2,7 juta buruhnya dalam 10 tahun belakangan ini. Di tambah lagi, defisit neraca perdagangan Amerika terhadap Cina terus menanjak hingga mencapai US$ 250 miliar pada 2010.

Bestprofit Futures - Cina pun menjadi negara dengan pertumbuhan ekonomi terbesar di dunia. GDP-nya mencapai US$ 8,158 triliun pada 2005. Pertumbuhan ekonomi Cina rata-rata mencapai 9,2% per tahun. Selain itu, dengan mematok nilai tukar yuan, Cina telah membuat Amerika tidak berkutik. Negara adidaya itu makin ketar-ketir lantaran akan terjadi ledakan pengangguran. Defisit neraca perdagangan dengan Cina bakal kian membesar.

Bergesernya fokus pembangunan Cina dari sektor pertanian ke industri mengakibatkan kebutuhan bahan baku minyak meningkat dua kali lipat dari produksi dalam negerinya. Kini Cina menjadi pengguna minyak nomor dua di dunia. Demikian pula kebutuhan barang tambang yang membengkak melampaui produk domestiknya.

Karenanya, pertahanan Cina, yang dulu bertumpu pada kekuatan darat untuk melindungi perdagangan “Jalan Sutra”, belakangan ini memperkuat pertahanan maritim dan udara dalam upaya melindungi sumber daya alam minyak di lepas pantainya. Juga untuk menjaga keamanan jalur ekspor dan impor bahan tambangnya.

Awalnya, armada Cina hanya untuk melindungi sepanjang garis pantai atau untuk latihan bersama dengan negara sahabatnya --tidak mampu melakukan operasi yang jauh dari garis pantai atau disebut green-water navy-- kini berkembang menjadi blue-water navy. Yaitu armada yang mampu melakukan operasi ke seantero samudra.

Pada saat ini, armada Cina diperkuat dengan kapal induk, anti-ship ballistic missiles (ASBMs), anti-ship cruise missiles (ASCMs), land-attack cruise missiles (LACMs), surface-to-air missiles, mines, unmanned aircraft, submarines, destroyers and frigates, patrol craft, amphibious ships and craft, dan mine countermeasures (MCM) ships.

Juga didukung dengan land-based anti-ship ballistic missiles, land-based surface-to-air missiles (SAMs), dan land-based air force aircraft armed with anti-ship cruise missiles. Serta ditopang dengan radar dengan jangkauan lebar untuk menjaga keamanan lautnya.

Dengan kemampuan armada perang secamam itu, Cina pun semakin percaya diri mengklaim zona ekonomi eksklusif, yang meliputi sebagian besar Laut Cina Selatan. Hal ini dilakukan sebagai upaya membentuk buffer pertahanan terhadap serangan dari timur, seperti Xinjiang, dan Tibet dari selatan. Di samping itu, Cina juga mengklaim Kepulauan Spratley dan Paracel sebagai bagian wilayahnya.

Ditambah lagi kemampuan armada Cina yang dapat melakukan anti-access strategy di Laut Cina Selatan, membuat Amerika semakin ketar-ketir. Kekuatan udara Cina pun berkembang sangat pesat. Kehebatannya diwakili pesawat jet antiradar J-20. Kemampuan pesawat siluman Cina ini, kabarnya, setara dengan pesawat jet antiradar F-117 milik Amerika.

Lantas darimana keberhasilan Cina itu diraih? Modalnya terletak pada kualitas sumber daya manusia yang dibangun dari budaya tradisional, yang punya banyak kesamaan dengan nilai-nilai luhur bangsa kita.

Bestprofit Futures - Misalnya, ajaran Konfusius yang sangat berakar dan berpengaruh kuat di dalam masyarakat Cina mengajarkan bahwa negara (Cina) harus dibangun berdasarkan negara keluarga serta dijalankan secara hierarkis dan dalam satu organisasi sosial yang otokratis, tidak demokratis. Mereka yang lebih rendah taat kepada yang lebih tinggi. Kemudian yang lebih tinggi menunjukkan kemurahan hati sebagai balasan atas kesetiaan mereka yang lebih rendah.

Dalam bidang moralitas, Konfusius mengajarkan paham kolektivisme, yang menetapkan bahwa kedudukan individu ditentukan oleh sistem hierarkinya. Karena itulah, orang yang beretika Konfusian akan bertindak dan mengedepankan harapan orang lain di atas keinginan pribadi, sehingga selalu terbangun kerja sama yang solid. Ajaran ini mirip dengan nilai-nilai luhur bangsa kita: kekeluargaan dan gotong royong.
 
Sumber : http://nuansaonline.net/index.php?option=com_content&task=view&id=518&Itemid=38
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. PT BESTPROFIT FUTURES PONTIANAK - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger