Einstein Membuktikan Keberadaan Tuhan

Selasa, 08 Juli 20140 komentar

Bestprofit Futures - Einstein Membuktikan Keberadaan Tuhan

Bestprofit Futures - Di dalam kelas sebuah lembaga pendidikan tinggi terkenal, profesor mengemukakan sebuah soal yang menantang ke para siswa, "Apakah segala sesuatu yang ada di dunia itu diciptakan oleh Tuhan?"

Bestprofit Futures - Seorang mahasiswa dengan gagah berani menjawab, "Ya, semua itu adalah ciptaan-Nya."

Sang Profesor kemudian bertanya lagi, "Benarkah Tuhan menciptakan segalanya ?"

Mahasiswa itu segera menjawab, "Ya, tentu saja, segalanya Dia yang menciptakanya.

Bestprofit Futures - Profesor bertanya lagi, "Jika memang Tuhan yang menciptakan segalanya, berarti Tuhan juga menciptakan kejahatan. Karena kejahatan itu ada, maka menurut ekstrinsik bahwa untuk mencerminkan prinsip isi hati seseorang, kita bisa berasumsi bahwa Tuhan itu jahat."

Bestprofit Futures - Mendengar itu, sang mahasiswa terdiam seribu bahasa, tidak menjawab pernyataan hipotetis sang professor.
Sang profesor dengan bangganya dan sambil dengan sombongnya berkata kepada mahasiswa, bahwa ia sekali lagi membuktikan bahwasannya keyakinan agama Kristen hanya sebuah mitos.
Seorang mahasiswa lain mengacungkan tangannya dan bertanya, "Profesor, bolehkan saya mengajukan pertanyaan kepada Anda?"

Profesor menjawab, "Tentu saja boleh."

Mahasiswa itu berdiri dan berkata, "Profesor, apakah dingin itu ada?"
 
Bestprofit Futures - Profesor menjawab, "Pertanyaan apa itu? Tentu saja ada. Apakah kamu tidak pernah merasa dingin?
Mahasiswa lainnya tertawa cekikikan mendengar pertanyaan pemuda itu.

Si pemuda menjawab, "Profesor, sebenarnya dingin itu tidak ada. Menurut hukum fisika, mengapa kita merasa dingin, karena tidak adanya energi panas. Setiap manusia atau suatu benda dapat mengukur terhadap kondisi penerimaan atau pengiriman energi, dan panas adalah sesuatu yang membuat tubuh kita atau suatu benda mendapatkan atau mengirim energi. Saat titik nol absolut (minus 273 derajat Celsius) sama sekali tidak ada energi panas. Pada titik suhu demikian, segala benda atau partikel dalam keadaan statis, tidak akan bereaksi apapun. Karena itu, sebenarnya dingin itu tidak ada, kita menciptakan kosa kata ini adalah untuk menggambarkan perasaan tanpa energi."

Mahasiswa itu kemudian bertanya lagi, "Profesor, apakah gelap itu ada?"

Profesor menjawab, "Tentu saja ada.

Namun, balasan sang mahasiswa sungguh mengejutkan, "Anda salah lagi, profesor, kegelapan juga tidak ada. Sebenarnya gelap itu karena kurangnya cahaya, kita bisa mempelajari cahaya, tapi tidak bisa meneliti gelap.

Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk memisahkan cahaya putih menjadi cahaya multi warna, dan mempelajari panjang gelombang setiap cahaya. Tapi kita tidak bisa mengukur kegelapan, sebab selama ada seberkas cahaya sudah bisa menerobos dan menerangi sebuah dunia yang gelap, jadi bagaimana kita bisa tahu seberapa gelap suatu ruangan? Kita hanya bisa mengukur intensitas cahaya, bukankah begitu, Prof?"
Kegelapan adalah kosa kata yang digambarkan manusia ketika tidak ada cahaya.

Terakhir sang mahasiswa itu bertanya lagi, "Profesor, apakah kejahatan itu ada?

Kali ini, jawaban sang professor tidak begitu pasti, ia berkata, "Tentu saja. Sebagaimana yang saya katakan sebelumnya, kita setiap hari bisa menyaksikan kejahatan. Setiap hari selalu ada kasus tentang perilaku manusia yang tidak manusiawi terhadap sesamanya. Ia eksis dalam berbagai kekerasan dan kejahatan di setiap sudut di dunia, jika semua ini bukan kejahatan lalu apa?"

Mahasiswa itu menjawab, "Kejahatan tidak ada, profesor, setidaknya bisa dikatakan bahwa kejahatan itu sendiri tidak ada. Adanya kejahatan, karena tidak ada Tuhan di dalam hati, sama seperti gelap dan dingin, kejahatan adalah sebuah kosa kata yang diciptakan manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan Tuhan dalam situasi tersebut. Jadi Tuhan tidak menciptakan kejahatan, itu adalah hasil pikiran manusia karena kurangnya kasih dari Sang Pencipta, seperti dingin yang yang bersumber dari ketiadaan energi panas, dan kegelapan yang bersumber dari ketiadan cahaya."

Mendengar penjelasan itu, sang Profesor lalu duduk dan bertanya, "Anak muda, siapa kau sebenarnya?
Mahasiswa itu menjawab, "Professor, nama saya Albert Einstein." (bayvoice/jhon/ran)
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. PT BESTPROFIT FUTURES PONTIANAK - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger