Malam Lailatul Qadar

Senin, 21 Juli 20140 komentar

Bestprofit Futures - Malam Lailatul Qadar
 
Malam Lailatul Qadar 2014: Sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan sudah tiba. Keistimewaan dan tanda-tanda datangnya Lailatul Qadar 2014 mulai diburu oleh sebagian umat Islam. Tidak mengherankan, karena pada saat tibanya malam tersebut, nilai ibadah kadarnya setara dengan melakukannya selama 1.000 bulan. Amat besar keutamaan yang bisa diperoleh kala seorang muslim melakukan lebih banyak aktivitas ibadah saat itu.

Bagi umat Islam Lailatul Qadar sangat istimewa dan hanya datang di malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadan. Seseorang yang mendapat kemuliaan Lailatul Qadar akan mendapat pahala seperti beribadah selama seribu bulan atau 83 tahun lebih. Tak heran jika di malam sepuluh terakhir Ramadan banyak umat Muslim yang meningkatkan amalan ibadahnya.

Soal ketentuan kapan waktu Lailatul Qadar tidak ada ketetapan pasti. Namun ulama sepakat bahwa malam istimewa itu ada dalam satu di antara malam-malam di bulan suci Ramadan. Pendapat yang kuat mengatakan Lailatul Qadar datang pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadan yaitu pada malam ke 21, 23, 25, 27 dan 29.

Jauh-jauh hari Nabi Muhammad SAW telah memberikan isyarat khusus untuk mempermudah umat Islam mendapatkannya. Dalam sebuah hadits Muttafaqun ‘Alaihi yang bersumber dari istri Nabi Muhammad, Aisyah radhiyallahu ‘anha, Nabi mengatakan Lailatul Qadar ada di 10 hari terakhir Ramadhan.

Lebih khusus lagi, ada petunjuk yang bisa mempermudah untuk mendapatkannya. Malam Qadar dapat dicari pada malam ganjil dari 10 hari terakhir Ramadhan tersebut, menurut hadits yang diriwayatkan Bukhari dari Aisyah.

Pada saat Lailatul Qadar itu langit bersih, udara tidak dingin atau panas, langit tidak berawan, tidak ada hujan, bintang tidak nampak dan pada siang harinya matahari bersinar tidak begitu panas,” kata Muhammad Rasulullah seperti disebutkan dalam kitab Mu’jam At Thabari Al Kabir.

Beberapa hadist lainnya yang menjelaskan tentang Lailatul Qadar adalah:

"Dari Aisyah r.a, ia menuturkan, “sesungguhnya Rasulullah s.a.w, bersabda: “carilah malam qadar pada malam-malam ganjil pada sepuluh terakhir bulan Ramadhan”. (Hadits Shahih, riwayat al-Bukhari:1878 dan Muslim: 1998)"

Kemuliaan malam qadar banyak dijelaskan hadits Nabi s.a.w, antara lain hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah r.a:

"Siapa yang mengerjakan ibadah pada malam qadar dengan iman dan ikhlas, maka diampuni dosanya yang telah lalu. Dan barang siapa berpuasa di bulan Ramadhan, dengan iman dan ikhlas, maka diampuni dosanya yang telah lalu”. (Hadits Shahih, riwayat al-Bukhari: 1768 dan Muslim:1268)."

Dari banyak macam bentuk ibadah kepada Allah Swt, ada ibadah dan doa yang dianjurkan Nabi Muhammad SAW pada malam lailatul qadar. Doa yang dianjurkan diucapkan pada malam lailatul qadar yaitu:

"Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni, artinya Ya Tuhanku, sesungguhnya Engakau Dzat Maha Pengampun, dan menyukai memberikan pengampunan kepada hamban-Nya, maka ampunilah kesalahanku."

Ini sebagaimana yang diriwayatkan oleh lima imam hadits:

"Dari Syayidah ‘Aisyah, r.a. Ia berkata: saya bertanya kepada Rasulullah SAW, Apa pendapat Engkau, seandainya aku menemukan malam lailatul qadar, maka do’a apakah yang semestinya aku ucapkan pada malam itu? Rasullullah SAW, menjawabnya; berdo’alah dengan mengucapkan “Ya Tuhanku, sesungguhnya Engakau Dzat Maha Pengampun, dan menyukai memberikan pengampunan kepada hamban-Nya, maka ampunilah kesalahanku.” (H.R. Lima Imam hadits, kecuali imam Abu Daud)."

Apa Yang Dilakukan Orang Haid Pada Malam Lailatul Qadar?

Alhamdulillah. 

Orang yang haid dibolehkan melakukan semua bentuk ibadah kecuali shalat, puasa dan thawaf di Ka’bah serta i’tikaf di dalam masjid. 

Terdapat riwayat shahih dari Nabi sallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau menghidupkan malam pada sepuluh malam terakhir di bulan Ramadan. Diriwayatkan oleh Bukhari, no. 2024,  dan Muslim, no. 1174 dari Aisyah radhiallahu’anha sesungguhnya beliau berkata: 

كان النبي صلى الله عليه وسلم إذا دخل العشر شد مئزره وأحيا ليله وأيقظ أهله
“Biasanya Nabi sallallahu ‘alaihi wa sallam ketika memasuki pada sepuluh malam akhir, beliau mengencangkan kainnya, menghidupkan malamnya serta membangunkan keluarganya.”

Menghidupkan malam tidak hanya terbatas menunaikan shalat, tapi mencakup semua ketaatan. Inilah yang ditafsirkan oleh para ulama. Al-Hafidz berkata, (Menghidupkan malamnya) maksudnya begadang dengan melakukan ketaatan. An-Nawawi berkata: “Yaitu larut dengan begadang dalam shalat dan (ibadah) lainnya.” Dalam kitab Aunul Ma’bud dikatakan: “Yaitu dengan shalat, zikir dan mambaca Al-Qur’an.” 

Shalat malam adalah ibadah yang terbaik yang dilakukan seorang hamba di antara bermacam-macam ibadah pada Lailatul Qadar. Oleh karena itu Nabi sallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: 

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ . (رواه البخاري، رقم 1910، ومسلم، رقم  760 )  
“Barangsiapa yang berdiri (menunaikan shalat) pada malam Lailatul Qadar dengan (penuh) keimanan dan pengharapan (pahala), maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni." (HR. Bukhari, no. 1910, Muslim, no. 760).

Jika seorang wanita yang haid dilarang menunaikan shalat, maka dia masih memungkinkan untuk menghidupkan malamnya dengan ketaatan-ketaatan lainnya selain shalat seperti:

  • Membaca Al-Qur’an
  • Zikir, seberti tasbih (mengucapkan subhanallah), tahlil (lailaha illallah), tahmid (alhamdulillah) dan yang semisal dari itu. Maka perbanyak mengucapkan, subhanallah, wal hamdulillah, wa la ilaha illallah, wallahu akbar, wa subhanallah wa bihamdihi, wa subhanallahu al’adzim.. dan yang semisal itu.
  • Beristigfar, maka perbanyak mengucapkan “astagfirullah “.
  • Berdoa, maka perbanyak berdoa kepada Allah dan memohon kebaikan dunia dan akhirat.  Karena doa adalah ibadah yang terbaik. Sampai Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Doa adalah ibadah.” (HR. Tirmizi, 2895, dishahihkan oleh Al-Albany dalam shahih Tirmizi, no. 2370)
Maka orang yang sedang haid memungkinkan baginya melakukan ibadah-ibadah ini atau ibadah lainnya pada Lailatul Qadar.Kami memohon kepada Allah Ta’ala semoga diberi taufiq terhadap apa yang di senangi dan diridai. Dan semoga (Allah) menerima amal kebaikan kita.


Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. PT BESTPROFIT FUTURES PONTIANAK - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger