Nilai Garuda Pancasila yang Pudar

Jumat, 04 Juli 20140 komentar

Bestprofit Futures - Nilai Garuda Pancasila yang Pudar
 
Pemuda Indonesia tak terima lambang negara, Garuda Pancasila,diperlakukan semaunya. "GARUDA KITA, GARUDA PANCASILA" tulis seorang pemuda melalui video yang diunggah ke Youtube, Jumat (27/6/2014)


Tepat di bawah Video, pemuda yang mengunggah video berjudul Garuda Merah Bukan Kita menggunakan akun Motorola Android Indonesia ini menuliskan pengalamannya soal Garuda Merah.Kejadiannya terjadi pekan lalu, ketika seorang pemuda bermaksud membeli lambang Garuda di sebuah toko. Seorang sales toko malah mengira sang pemuda adalah pendukung salah satu calon presiden yang kerap menggunakan lambang Garuda berwarna merah.

Ia menyebut, belakangan banyak yang mencari Garuda namun menginginkan Garuda berwarna merah. Para pencari Garuda ini bermaksud mengorder beberapa Garuda dengan warna merah. Sayangnya, orderan oknum itu ditolak karena penjaga toko menyadari lambang negara memiliki arti sendiri sehingga tak bisa sembarangan diutak-atik termasuk mengganti warnanya.

Mendengar cerita itu, si pemuda dan teman-temannya berinisiatif membuat video Garuda Merah bukan Kita. Video ini menggambarkan bagaimana lambang Garuda Pancasila berbalut cat merah. Tulisan Bhinneka Tunggal Ika menjadi samar, lima lambang Pancasila pun samar oleh tutupan cat.
   
Tak lama video berjalan, muncul tangan memegang kuas dan menyapukan kuas tersebut ke Garuda Pancasila. Kuas digerakkan maju mundur, perlahan warna merah memudar, Garuda Pancasila kembali ke warna semula. Lambang dan tulisan kebanggaan pun terlihat jelas.

Video ini diunggah sebagai bentuk perlawan si pemuda dan beberapa temannya karena menganggap lambang negara tak laik dibuat seperti itu.

Berikut kilas percakapan sang pemuda dengan seorang penjaga toko di mana ia bermaksud membeli lambang Garuda.

"GARUDA MERAH BUKAN KITA"

Percakapan saya dengan seorang sales toko grosir spesialis asesoris di Pasar Senen, Lantai 2, Jakarta Pusat. Seminggu lalu. Membuat saya senang. Dan bangga.

Saya : "Mba ada garuda ngga ... ?
Mba sales toko : " Mau kampanye Prabowo ya ...
Jawab saya : Sambil senyum saya bilang. Enggak. Saya mau beli garuda. Cuma mau bikin video ( mau jelasin video apa, takut kepanjangan ... )
Mba sales toko : Kirain. Soalnya kemaren kemaren itu ada ibu ibu ama bapa bapa, mau order ke kita burung garuda. Tapi maunya garuda yg merah. Lha, kita bingung, kita ngga bikin gituan. Kita ngga trima. Semua yang kita jual adalah asesoris negara yg ada artinya. Ngga bisa sembarang diotak atik. Masa sik semua garuda garuda ini saya merahin ...

Garuda merah, sangat mengundang tanya saya. Bisa bisanya lambang negara kita dibuat penuh berwarna merah. Menghilangkan unsur warna warna lain di setiap simbolnya. Menjadi warna merah total.

Secara pribadi, saya sungguh ngga menerima lambang negara saya dibuat seperti itu. Karya saya dan teman teman melalui video ini merupakan bentuk 'perlawanan'. Semoga memberikan sedikit pencerahan ...


GARUDA KITA, GARUDA PANCASILA !!!"


  • KETUHANAN YANG MAHA ESA.(Manusia Indonesia, telah mencapai pada Kesempurnaannya, Menjadi Manusia Indonesia yang seutuhnya / Insan Kamil, Menjadi Adam Mahdi_ Manusia yang sudah dewasa, Manusia Agung tur Mulia, Menjadi Adam Khalifah di Bumi Mayapada Indonesia Raya, Bumi Pertiwi Indonesia.)


  • KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB.(Manusia Indonesia sebagai Adam Khalifah sudah dapat melakukan perbuatan sempurnanya akal, dan Berbuddhi Pekherti Luhur, Bersikap Adil dan Bijaksana.)


  • PERSATUAN INDONESIA.(GARUDA PANCASILA yang telah menyatu meruang Bathin, dan Merahnya darah dan Putihnya tulang, menjadi dasar alat Penyatu diantara seluruh Rakyat Bangsa Indonesia.


  • KERAKYATAN YANG DIPIMPIN OLEH HIKMAT KEBIJAKSANAAN DALAM PERMUSYAWARATAN PERWAKILAN .(Kerakyatan Indonesia hanya dapat dipimpin oleh (Subjek Hakikat dari Hikmat Kebijaksanaan), Hikmat Kebijaksanaan, meduluran Kekeluargaan.)


  • KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA.(Kerakyatan Indonesia akan Merasakan Mewujudnya Keadilan Sosial )



Makna yang Terkandung dalam Garuda Pancasila

Garuda Pancasila terbagi menjadi tiga bagian dalam pemaknaannya,yaitu gambar Garuda Pancasila sebagai burung garuda yang tegak perkasa dengan kedua sayap membentang lebar dan kepala menoleh ke arah kanan.Bagian yang kedua dalam lambang Garuda Pancasila ini adalah perisai yang berbentuk jantung dengan lukisan sila-sila pancasila tergantung di leher garuda tersebut dengan menggunakan rantai. Bagian yang ketiga adalah pita putih yang bertuliskan semboyan negara Indonesia yaitu “Bhinneka Tunggal Ika”

1. Makna Bagian Garuda Pancasila 

Makna pada Tubuh Garuda Bulu pada masing-masing sayap pada Garuda Pancasila berjumlah tujuh belas helai yang artinya melambangkan tanggal 17. Bulu ekor pada Garuda Pancasila ini berjumlah 8 yang melambangkan bulan delapan. Bulu leher pada gambar Garuda Pancasila yang berjumlah empat puluh lima ini melambangkan tahun 45.

Jadi jika dirangkai secara keseluruhan maka memiliki makna bahwa bahwa yang tercantum dan angka-angka yang digambarkan pada Garuda Pancasila itu adalah Hari Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Lambang perisai yang terdapat dibagian depan Garuda Pancasila tersebut melambangkan perjuangan dan perlindungan bangsa Indonesia.

2. Makna Gambar yang Terdapat di Perisai Garuda Pancasila

Gambar bintang melambangkan sila pertama dari Pancasila yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa.
Gambar rantai melambangkan sila kedua dalam Pancasila yang artinya Kemanusiaan yang Adil dan beradab.
Gambar pohon beringin yang terdapat pada perisai Garuda Pancasila ini melambangkan sila ketiga yaitu Persatuan Indonesia.
Sedangkan Kepala Banteng melambangkan kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan yang menjadi sila keempat.
Sila yang terakhir dilambangkan dengan padi dan kapas yang artinya adalah Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

3. Makna Warna pada Garuda Pancasila

Ada beberapa warna yang terdapat pada Lambang Garuda Pancasila ini. Warna-warna yang dipakai menjadi warna pada lambang Garuda Pancasila ini memiliki arti dan makna tersendiri.
Warna merah memiliki artian keberanian.
Warna putih memiliki arti kesucian, kebenaran, dan kemurnian.
Warna kuning berarti kebesaran, kemegahan, dan keluhuran.
Warna hijau artinya adalah kesuburan dan kemakmuran.
Dan warna yang terakhir adalah hitam yang memiliki makna keabadian.

4. Letak Warna Pada Bagian-bagian Garuda Pancasila

Warna-warna yang dipakai dalam lambang Garuda Pancasila ini tidak boleh diletakkan sembarangan karena warna-warna tersebut sudah ditentukan diletakkan pada bagian-bagian yang mana saja di lambang Garuda Pancasila.

Warna kuning diletakkan sebagai warna Garuda Pancasila, untuk warna bintang, rantai, kapas, dan padi.

Untuk warna merah digunakan sebagai warna perisai kanan bawah dan kiri atas yang terdapat pada lambang Garuda Pancasila ini.

Warna putih dipakai untuk memberikan warna perisai kanan atas dan kiri bawah. Pita yang dicengkeram dalam Garuda Pancasila ini juga diberikan warna putih.

Warna hijau digunakan sebagai warna pohon beringin.

Sedangkan Warna hitam menjadi warna kepala banteng yang terdapat dalam lambang Garuda Pancasila ini. Warna hitam juga digunakan untuk warna perisai tengah latar belakang bintang, serta untuk mewarnai garis datar tengah perisai. Warna hitam ini juga digunakan sebagai warna tulisan untuk semboyan "Bhinneka Tunggal Ika".

5. Makna Semboyan Bhinneka Tunggal Ika dalam Garuda Pancasila

Makna dari semboyan "Bhinneka Tunggal Ika" yang terdapat pada lambang Garuda Pancasila ini memiliki arti Walau berbeda-beda, tetapi tetap satu jua yaitu Indonesia.
Arti Lambang Pancasila

Seberapa ingatkah anda sebagai warga negara Indonesia mengartikan bagian-bagian gambar pada lambang burung Garuda?

Sudah pasti hanya sedikit orang yang betul-betul mengingatnya diluar kepala. Mari kita mengingat kembali pelajaran di masa Sekolah Dasar.


Sejarah Lambang Garuda


Pemangku = Republik Indonesia
Sejak = 11 Februari 1950
Perisai = Di bagian tengah Garuda,melambangkanPancasila,ideologi nasional Indonesia
Penopang = Garuda (penopang tunggal)
Semboyan = Bhinneka Tunggal Ika
Elemen = Jumlah bulu Garuda melambangkan tanggal 17 Agustus 1945, hari kemerdekaan Republik Indonesia 

Lambang negara Indonesia adalah Garuda Pancasila dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Lambang negara Indonesia berbentuk burung Garuda yang kepalanya menoleh ke sebelah kanan (dari sudut pandang Garuda), perisai berbentuk menyerupai jantung yang digantung dengan rantai pada leher Garuda, dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang berarti “Berbeda-beda tetapi tetap satu” ditulis di atas pita yang dicengkeram oleh Garuda. Lambang ini dirancang oleh Sultan Hamid II dari Pontianak, yang kemudian disempurnakan oleh Presiden Soekarno, dan diresmikan pemakaiannya sebagai lambang negara pertama kali pada Sidang KabinetRepublik Indonesia Serikat tanggal 11 Februari 1950.

Lambang negara Garuda Pancasila diatur penggunaannya dalam Peraturan Pemerintah No. 43/1958.

Jika ditelaah lebih jauh, keberadaan dan sejarah burung garuda ternyata sudah tercipta sejak zaman berdirinya Indonesia. Burung garuda yang menjadi dasar ideologi dan lambang negara ini, yaitu Garuda Pancasila sebenarnya adalah representasi dari elang jawa atau Javan Hawk Eagle Nisaetus bartelsi yang memiliki warna bulu berwarna emas.

Burung garuda yang akhirnya menjadi Garuda Pancasila bagi bangsa Indonesia tersebut ditemukan dalam sejarah mitologi Hindu dan Buddha. Di dalam Mitologi Buddha, burung garuda ini digambarkan sebagai burung pemakan daging yang hebat dan memiliki kemampuan berorganisasi secara sosial.

Dalam mitologi Hindu, burung garuda yang nantinya lebih dikenal sebagai Garuda Pancasila ini digambarkan sebagai setengah manusia dan setengah burung yang sering digunakan oleh Dewa Wisnu sebagai kendaraannya. Burung garuda juga menjadi raja dari para burung. Bahkan pada tradisi Bali sejak zaman dahulu kala, burung garuda ini dimuliakan sebagai tuan segala makhluk yang dapat terbang serta dimuliakan pula sebagai raja agung para burung.

Posisi mulia burung garuda sejak zaman kuno telah menjadikan burung garuda sebagai Garuda Pancasila yang menjadi lambang serta ideologi bangsa Indonesia. Bahkan menurut Peraturan Pemerintahan No. 66 Tahun 1951, menjelaskan bahwa lukisan garuda tersebut diambil dari beberapa candi sejak abad ke-6 sampai ke-16. Raja-raja di Indonesia ternyata sudah sejak lama menggunakan burung garuda sebagai lambang kerajaan mereka.

Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. PT BESTPROFIT FUTURES PONTIANAK - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger