Kontrak Futures

Kamis, 22 Mei 20140 komentar

BEST PROFIT FUTURES - Kontrak Future, Kontrak future merupakan kontrak antara seorang pembeli dan penjual dimana keduannya setuju bahwa suatu sekuritas akan dipertukarkan pada harga tertentu dan pada tanggal tertentu. Harga tersebut ditentukan atau distandarisasikan baik tanggal jatuh tempo maupun jenis suatu aktiva juga ditetapkan.Sebagian besar harga kontrak future ditentukan terlebih dahulu dan harga kontrak future pada saat tergantung harga pasar pada saat itu. Harga yang disetujui antara pembeli dan penjual disebut harga future. 


  1. KONTRAK FUTURES (BERJANGKA)
  2. Definisi Kontrar Futures
Kontrak futures adalah suatu kontrak standar yang diperdagangkan pada bursa berjangka, untuk membeli ataupun menjual asset acuan pada instrument keuangan pada suatu tanggal dimasa akan datang dengan harga tertentu. Dimana kontrak futures adalah kontrak berjangka panjang yang bersifat mengikat atau memberi kewajiban kepada kedua belah pihak untuk membeli atau menjual underlying asset (asset acuan) tertentu (berupa valuta asing, tingkat bunga, ekuitas, atau komoditas) berdasarkan tingkat harga yang ditetapkan atau disebut harga penyelesaian, yang penyelesaian transaksinya dilakukan secara cash settelement di masa yang akan datang sesuai dengan expiration date yang ditetapkan di dalam kontrak tersebut. Futures pertama kali dimulai di Internasional Money Market (IMM) of the Chicago Mercantile Exchange, USA pada tahun 1972. Dan kemudian menyebar ke Eropa dan akhir-akhir ini ke Negara-negara lain diseluruh dunia. Sejak itu kemudian banyak dibuka pasar-pasar yang lain, termasuk bursa komoditi COMEX di New York, the Chicago Board of Trade, dan the London International Financial Futures Exchange (LIFFE).

Munculnya futures karena pembeli pada umumnya memiliki preferensi yang berbeda atas spesifikasi kualitas, jumlah dan tempat penyerahan asset dasarnya, juga sebagai mengantisipasiketidakpastian yang akan datang. Spesifikasi kuantitas dan kualitas underlying assets, initial price, dan besarnya margin bagi kedua belah pihak tetap ditentukan oleh exchange’s clearing house atau bursa khusus memperdagangkan futures secara terorganisasi.

Harga atas underlying assets dibedakan menjadi initial futures price (harga awal) dan terminal future price (harga pada saar kontrak futures di exercise) apabila terminal futures price lebih rendah daripada initial futures ketika dilaksanakan exercise, maka penjual akan mendapat profit. Sebaliknya, jika pada saat dilaksanakan exercise, terminal future price-nya dari underlying assets lebih tinggi dari pada initial futures pricenya, maka penjual yang akan memperoleh keuntungan. Kondisi ini menunjukan bahwa kedua belah pihak di dalam kontrak futures ini memiliki symetric exposure, mengingat adanya potential loss dan profit function yang seimbang antara penjual dan pembeli.

Kontrak futures bukan dimaksudkan untuk memiliki underlying assets secara fisik, melainkan lebih merupakan financial instrument yang digunakan untuk meminimalisasi ekspektasi risiko dalam upaya mencapai profit tertentu. Berdasarkan pada pertimbangan tersebut, sehingga kontrak futures pada umumnya tidak dipertahankan hingga expiration date, melainkan diselesaikan dengan cara closing out the position atau di reserve sebelum berakhirnya masa kontrak. Reverse dilakukan dengan mengambil posisi berlawanan atas kontrak yang sama, yaitu sebagai penjual kontrak futures pada tingkat harga yang lebih tinggi.

Misalkan, Jika anda ingin membeli kontrak futures pada tanggal 1 april 2008 atas komoditas tomat di Itali sebanyak 20.000 kg dengan initial futures price sebesar $ 0.5 per kg. apabila tingkat harga yang berlaku atas underlying assets-nya pada tanggal 1 Oktober adalah $ 0.9 per kg, maka anda dapat me reserve posisinya pada saat itu dengan menjual kontrak futures yang sama. Untuk itu ia akan memperoleh profit sebesar 20.000 x $0.4 = $8.000 (Bradhitya H.N).

Kontrak futures berisi :

1. Pembeli futures setuju untuk membeli sesuatu (suatu komoditi atau aset tertentu) dari penjual futures, dalam jumlah tertentu, dengan harga tertentu, dan pada batas waktu yang ditentukan dalam kontrak.
2. Penjual futures setuju untuk menjual suatu komoditi atau aset tertentu kepada pembeli futures, dalam jumlah tertentu, dengan harga tertentu, dan pada batas waktu yang ditentukan dalam kontrak.
3. Alternatif ketiga, penjual kontrak harus menyerahkan sekuritas kepada pembeli kontrak pada tanggal yang disepakati.
  1. Transaksi swap dan reswap
Transaksi swap adalah transaksi keuangan antara dua pihak yang mempunyai kepentingan, atau suatu transaksi atau kontarak untuk membeli atau menjual valuta asing lawan dengan valuta lainnya pada tanggal valuta tertentu dimana transaksi memberikan keuntungan kepada kedua pihak. Salah satu jenis transaksi yang terkenal adalah transaksi SWAP tingkat bunga. Transaksi SWAP tingkat bunga adalah pihak yang melakukan transaksi ingin mengubah tingkat bunga yang saat ini dimiliki, misalnya tingkat bunga tetap menjadi tingkat bunga mengambang dan sebaliknya.        Artinya, pihak yang bertransaksi ingin mengubah tingkat bunga dari mengambang menjadi tetap atau dari tingkat bunga tetap menjadi tingkat bunga mengambang.

Untuk kasus SWAP tingkat bunga, transaksi yang bisa dilakukan adalah pinjaman dan investasi. Pihak tertentu yang mempunyai pinjaman dengan tingkat bunga tetap diubah menjadi tingkat bunga mengambang dan sebaliknya dari tingkat bunga mengambang menjadi tingkat tetap. Demikian juga pihak tertentu yang mempunyai investasi yang hasil pengembaliannya (sering juga disebut kupon) dengan tingkat bunga tetap akan diubah menjadi tingkat bunga mengambang dan sebaliknya. Pihak yang ingin melakukan transaksi ini dapat dilakukan sendiri atau juga melalui bantuan pihak bank. Biasanya, transaksi SWAP banyak dilakukan dengan pihak bank. Pihak-pihak yang melakukan transaksi tidak saling kenal, yang penting arus kas transaksi tersebut berjalan selama periode yang diperjanjikan.           Untuk transaksi SWAP melalui bank, pihak yang bertransaksi akan mempunyai biaya apabila dibandingkan dengan langsung sendiri dengan pihak lain. Adapun untuk transaksi yang langsung dilakukan pihak terkait, antara pihak sudah saling kenal dan masing-masing sangat membutuhkan sesuai dengan keinginannya. Tingkat bunga tetap dalam transaksi adalah tingkat bunga tetap yang harusnya dibayarkan kepada pihak lain atau bank di mana seseorang mempunyai pinjaman. Tingkat bunga tetap maksudnya bunga yang dibayar peminjam sama sepanjang waktu periode pinjaman tersebut. Tingkat bunga mengambang merupakan tingkat bunga yang dirujuk kepada sesuatu tingkat bunga, misalkan tingkat bunga SBI (Sertifikat Bank Indonesia) atau JIBOR (Jakarta Interest Board Offering Rate) atau SIBOR (Singapore Interest Board Offering Rate) atau LIBOR (London Interest Board Offering Rate).

Jenis transaksi swap yang umum adalah “spot terhadap forward”. Dealer membeli suatu mata uang dengan transaksi spot dan secara simultan menjual kembali jumlah yang sama kepada bank lain dengan kontrak forward.      Seperti telah dijelaskan di atas bahwa pada dasarnya transaksi swap ini merupakan transaksi tukar pakai suatu mata uang untuk jangka waktu tertentu. Transaksi swap berbeda dengan transaksi spot, atau forward. Dalam mekanisme swap, terjadi dua transaksi sekaligus dalam waktu yang bersamaan yaitu menjual dan membeli atau membeli dan menjual suatu mata uang yang sama. Sementara pada forward atau spot, transaksi terjadi hanya sekali saja yaitu membeli atau menjual. Penggunaan transaksi swap sebenarnya dimaksudkan untuk menjaga kemungkinan timbulnya kerugian yang disebabkan oleh perubahan kurs suatu mata uang. Swap dapat dilakukan antara nasabah dengan banknya dan antara bank dengan Bank Indonesia (disebut reswap).

Transaksi swap antara bank dengan Bank Indonesia terdiri atas:

a.  Swap likuiditas, yaitu swap yang dilakukan atas inisiatif Bank Indonesia untuk dana yang berasal dari pinjaman luar negeri. Posisi (outstanding) swap likuiditas ini untuk setiap bank maksimum 20% dari modal bank,

b. Swap investasi, yaitu swap yang dilakukan atas inisiatif bank berdasarkan swap bank dengan nasabahnya yang dananya berasal dari pinjaman luar negeri (offshore loan) untuk keperluan investasi di Indonesia.
  1. KONTRAK FORWARD
  2. Definisi Kontrak Forward
Kontrak forward adalah perjanjian antar penjual dan pembeli pada saat ini (waktu 0), mengenai transaksi asset tertentu. Tetapi dalam perjanjian kontrak forward, tanggal dan harga disepakati dimuka, dan transaksinya dilakukan pada waktu yang telah ditentukan. Misalnya, penjual dan pembeli membuat perjanjian bahwa setelah tiga bulan yang akan datang obligasi akan dijual dengan harga tertentu.
  1. Tujuan Transaksi Forward
  • Untuk memenuhi kebutuhan cicilan hutang dalam mata uang asing dan mengantisipasi kecenderungan kurs valuta asing yang meningkat, Anda dapat melakukan pembelian forward dengan jangka waktu yang sesuai dengan jadwal pembayaran cicilan hutang.
  • Untuk memenuhi kebutuhan pembayaran L/C impor dan mengantisipasi kecenderungan kurs valuta asing yang meningkat, importir dapat melakukan pembelian forward dengan jangka waktu sesuai saat pembayaran L/C impor.
  • Untuk mengantisipasi kecenderungan kurs valuta asing yang menurun, eksportir dapat melakukan transaksi jual forward dengan jangka waktu sesuai dengan penerimaan pembayaran ekspor (saat negosiasi WEB).
Mekanisme transaksi forward digambarkan pada diagram di bawah ini:
Contoh kontrak forward 1 bulan, USD 1 juta lawan Rupiah
Kontrak forward dierdagangkan di OTC (over the counter). Kontrak tidak standar, pemilihan tanggal jatuh tempo, cara pengiriman, dll tergantung negosiasi, untung rugi dibukukan di akhir kontrak dan tidak perlu margin.
  1. HEDGING
  2. Tujuan Hedging
Tujuan hedging adalah mengurangi resiko yang secara sadar tidak ingin kita ambil. Kadang-kadang, ada resiko yang secara sadar ingin kita ambil karena pengalaman ataupun keunggulan kita dalam mengelola resiko tersebut. Semua bisnis venture tentu mengambil resiko. Bila kita tidak ingin mengambil resiko apapun, tinggal obligasi pemerintah saja (inipun masih ada resiko bahwa negara bisa jatuh).
  1. Tipe-tipe hedging
  2. Hedging klasik
Hedging klasik adalah hedgin melalui penahanan posisi berlawanan pada pasar. Tiper hedging pertama digunakan oleh dealer produk pertanian di Chicago, Amerika Serikat.
  1. Hedging penuh dan sebagian
Hedgin penuh menyatakan jaminan terhada resiko untuk seluruh jumlah deal. Tipe hedgin saat ini tidak terlibat dalam kemungkinan harga kerugian yang berhubungan dengan resiko. Hedgin sebagain hanya menjadin sebagian deal yang sebenarnya.
  1. Hedging antisipatif
Hedging antisipatif memperkirakan pembelian atau penjualan posisi panjang sebelum penetappan pada pasar. Dalam periode antara membuat deal dalam pasar turunan dan pasar trading, kontrak saham menggantikan kontrak pengiriman komoditas. Hedgin antisipatif dapat digambarkan dengan pembelian atau penjualan pengiriman mendesak dan eksekusi lebih lanjut melalui stok. Tipe hedging ini adalah yang paling populer dalam pasar saham.
  1. Hedging selektif
Hedging selektif dikarakteristik dengan deal pada pasar saham dan pasar trading bervariasi dalam volume dan waktu transaksi.
  1. Cross hedging
Cross hedging diartikan oleh fakta bahwa deal dengan kontrak untuk aset yang ada dari apsar dilakukan pada pasar saham, tetapi untuk instrumen finansial lain. Contoh, ada deal dengan saham pada pasar trading, tetapi pada pasar saham – dengan saham untuk index saham.
Namun dari tipe-tipe hedging yang tealah disebutkan diatas, ada dua tipe hedging yang lebih sering dilaksanakan, yaitu:
  1. Long Hedging
Situasi dimana seorang investor harus mengambil posisi jangka panjang dalam kontrak berjangka dalam rangka lindung nilai terhadap volatilitas harga di masa depan. Sebuah lindung nilai jangka bermanfaat bagi sebuah perusahaan yang tahu itu untuk membeli aset di masa depan dan ingin mengunci harga beli. Sebuah lindung nilai jangka juga dapat digunakan untuk lindung nilai terhadap posisi short yang telah diambil oleh investor. Selain itu juga digunakan untuk melindungi kenaikan tingkat harga atau penurunan tingkat harga.
Misalnya, menganggap itu adalah bulan Januari dan produsen aluminium membutuhkan £ 25.000 dari tembaga untuk memproduksi aluminium dan memenuhi kontrak pada bulan Mei. Harga spot saat ini adalah $ 1,50 per pon, tapi Mei berjangka harga $ 1,40 per pon. Pada bulan Januari produsen aluminium akan mengambil posisi long di futures contract 1 Mei pada tembaga. Ini kunci dalam harga produsen akan membayar.

Jika pada bulan Mei pada harga spot tembaga adalah $ 1,45 per pon produsen telah mengambil keuntungan dari posisi lama, karena hedger sebenarnya membayar $ 0.05/pound dari tembaga dibandingkan dengan harga pasar saat ini. Namun jika harga tembaga di mana saja di bawah $ 1,40 per pon produsen akan berada dalam posisi yang lebih buruk dari mana mereka seandainya mereka tidak masuk ke dalam kontrak berjangka.
  1. Short Hedging
Sebuah strategi investasi yang difokuskan pada mitigasi risiko yang telah diambil. The “pendek” bagian dari istilah ini mengacu pada tindakan korslet keamanan, biasanya kontrak derivatif, bahwa lindung nilai terhadap risiko potensial dalam suatu investasi yang diadakanlama. Jika pagar pendek dijalankan dengan baik, keuntungan dari posisi lama akan diimbangi oleh kerugian di posisi derivatif, dan sebaliknya.
‘Hedge Pendek’ merupakan Sebuah risiko umum dalam lindung nilai singkatnya adalah dasar risiko, atau risiko bahwa tingkat harga tidak akan banyak berubah selama periode lindung nilai ini adalah di tempat, dalam skenario ini, aset yang diselenggarakan di posisi lama tidak akan mendapatkan nilai apapun, dan pagar pendek akan kehilangan nilai.

Lindung nilai Pendek sering terlihat dalam bisnis pertanian, sebagai produsen sering bersedia untuk membayar premi kecil untuk mengunci tingkat disukai penjualan di masa depan. Juga, pagar pendek yang melibatkan suku bunga yang biasa terjadi antara manajer uang kelembagaan yang menyimpan sejumlah besar efek pendapatan tetap dan memikirkan tentang risiko reinvestasi di masa depan.Atau secara singkatnya short hedging berfungsi untuk menjaga kenaikan harga dan penurunan tingkat bunga.

Misalnya, seorang investor mempunyai sekuritas obligasi dengan jangka waktu 20 tahun, harga pasar Rp9.500 dengan nilai nominal Rp10.000. tetapi investor khawatir bahwa tingkat bunga akan meningkat. Sehingga harga obligasi akan menurun. Apabila harga obligasi turun berarti investor rugi. Jalan keluar untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan menjual kontrak future untuk mengkompensasikan kerugian disebabkan karena harga kontrak future masih tinggi. Investor menjual kontrak future dengan keuntungan Rp500. Jika harga obligasi turun Rp9.000 pada bulan berikutnya, maka investor mengkompensasikan kerugian sebesar Rp.500.
  1. Teknik Hedging
a. Natural hedging
Salah satu cara untuk meng-offset long exposure terus-menerus yang sudah diantisipasi terhadap mata uang tertentu adalah mendapatkan hutang berdenominasi mata uang itu. Contohnya sebuah perusahaan yang berbasis AS dengan inflow dolar Kanada terus menerus dapat meng-offset atau me-match berbagai cash flow ini dengan menciptakan suatu matching cashflow. Apabila perusahaan itu meminjam hutang berdenominasi dolar Kanada, perusahaan itu dapat membayar hutang dengan dolar Kanada yang diterimanya melalui ekspor. Bila perusahaan AS itu mau mendapatkan bagian dari modal hutangnya di pasar dolar Kanada, perusahaan itu dapat menggunakan cash flow dolar Kanada yang relatif dapat diramalkan dari penjualan ekspornya untuk membayar pembayaran pokok dan bunganya pada hutang dolar Kanada itu dan di-hedge secara alami. Perusahaan berbasis AS itu telah meng-hedge suatu cash inflow operasional dengan menciptakan financial cash outflow sehingga perusahaan itu tidak harus secara aktif mengelola exposure dengan berbagai instrumen kontrak keuangan seperti forward contract. Bentuk natural hedge ini, kadangkala disebut sebagai matching, sangat efektif dalam mengeliminasi mata uang yang ter-exposed bila exposure cash flow itu relatif konstan dan dapat diramalkan sepanjang waktu.

b. Money market hedging
Hedging memakai instrumen pasar uang melibatkan pengambilan suatu posisi dalam pasar uang untuk melindungi posisi hutang atau piutang di masa depan. Perusahaan lebih suka meng-hedge hutang tanpa menggunakan saldo kas mereka. Hedging pasar uang masih dapat digunakan untuk situasi ini, tetapi memerlukan dua posisi dalam pasar uang yaitu meminjam dana dalam valuta asal dan melakukan investasi jangka pendek dalam valuta asing. Sedangkan untuk meng-hedge piutang, hedging pasar uang tetap dapat digunakan jika perusahaan mengambil dua posisi dalam pasar uang yaitu meminjam valuta asing yang mendenominasi piutang di masa depan dan berinvestasi dalam valuta negara asal.

c. Forward hedging
Kontrak forward sering digunakan oleh perusahaan-perusahaan besar yang ingin melakukan hedging. Untuk melakukan hedging memakai kontrak forward, perusahaan multinasional harus membeli kontrak forward untuk valuta yang sama dengan valuta yang mendenominasi kewajiban di masa depan. Teknik hedging memakai kontrak forward banyak diimplementasikan oleh perusahaan-perusahaan multinasional.

d. Future hedging
Kontrak futures dalam banyak hal serupa dengan kontrak forward. Kontrak forward lebih umum bagi transaksi-transaksi bernilai besar sementara kontrak futures mungkin lebih tepat bagi perusahaan-perusahaan yang ingin meng-hedge exposure transaksi yang bernilai kecil. Sebuah perusahaan yang membeli kontrak currency futures berhak menerima suatu valuta asing dengan jumlah tertentu, dengan harga tertentu, dan pada tanggal tertentu. Untuk meng-hedge kewajiban valuta asing di masa depan, perusahaan mungkin ingin membeli kontrak currency futures yang mewakili valuta yang sama dengan valuta yang mendenominasi kewajiban tersebut. Dengan memegang kontrak ini, perusahaan tersebut dengan demikian telah mengunci jumlah valuta negara asal yang dibutuhkan untuk membayar kewajiban masa depan.

Walaupun currency futures dapat mengurangi exposure transaksi perusahaan, currency futures kadang-kadang juga dapat merugikan.

Contohnya ketika setelah perusahaan meng-hedge kewajiban di masa depan, kurs spot di masa depan ternyata lebih rendah daripada kurs yang telah disepakati oleh kontrak currency futures (karena valuta asing yang dimaksud telah mengalami depresiasi). Untuk meng-hedge nilai piutang di masa depan, perusahaan dapat menjual kontrak currency futures yang mewakili valuta asing yang sama dengan valuta yang mendenominasi piutang.

e. Option contract hedging
Perusahaan-perusahaan menyadari bahwa perangkat-perangkat hedging seperti kontrak forward dan instrumen pasar uang terkadang dapat merugikan jika valuta dari hutang mengalami depresiasi atau valuta dari piutang mengalami apresiasi sepanjang periode hedging. Tipe hedging yang ideal haruslah mampu mengisolasi perusahaan dari pergerakan nilai tukar yang merugikan dan juga memungkinkan perusahaan untuk mengambil manfaat dari pergerakan nilai tukar yang menguntungkan. Opsi valuta mengandung kedua atribut ini.

f. Currency swap hedging
Currency swap merupakan salah satu teknik yang bisa digunakan untuk meng-hedge exposure transaksi jangka panjang terhadap fluktuasi nilai tukar. Untuk menciptakan currency swap, perusahaan perlu mencari perusahaan lain yang dapat mengakomodasi kebutuhannya. Bank-bank komersial dan bank-bank investasi besar memiliki pialang-pialang yang bertindak sebagai perantara swap.
Korporasi-korporasi dapat menghubungi pialang-pialang tersebut jika mereka ingin menghilangkan exposure transaksi dari valuta-valuta tertentu. Dengan menggunakan informasi ini, para pialang dapat mempertemukan perusahaan yang membutuhkan suatu valuta dengan perusahaan lain yang tidak menginginkan valuta yang sama (dan sebaliknya).

g. Short position
Posisi short merupakan posisi penjualan dari sekuritas, komoditi atau mata uang yang “dipinjam”, dengan ekspektasi bahwa nilai aset tersebut akan jatuh.

h. Long position
Posisi long merupakan posisi membeli sebuah sekuritas seperti saham, komoditi atau mata uang, dengan ekspektasi bahwa nilai aset tersebut akan naik.
  1. Manfaat future
Ditinjau dari kepentingan para investor :
Kontrak futures bertujuan untuk melindungi fluktuasi harga. Jika harga sekuritas turun, investor akan mendapatkan tingkat hasil sebagaimana yang telah tertera dalam kontrak dan pada saat harga sekuritas naik kerugiannya dapat dikompensasikan pada kontrak future yang ada dipasar.
Future dapat juga digunakan untuk melindungi institusi dari flluktuasi tingkat bunga pinjaman. Seandainya bank komersial ingin meminjam uang dari bank sentral pada tahun mendatang, akan tetapi diperkirakan tingkat bunga pada saat itu tinggi, bank komersial dapat membuat kontrak future dengan bank sentral pada tingkat bunga yang lebih rendah daripada yang diramalkan. Pada kontrak tersebut, bank sentral setuju menyediakan sejumlah sekuritas tertentu untuk bank komersial pada harga dan waktu tertentu.
  1. Perbedaan antara opsi dan futures
Perbedaannya antara lain :
  1. Pada kontrak opsi, pembeli kontrak mempunyai hak dan tidak mempunyai keharusan untuk melaksanakan (di-exercise- kan) hak tersebut.
  2. Apabila pembeli opsi meminta haknya, maka hak penerbit opsi mempunyia keharusan untuk memberi hak tersebut kepada pembeli hak opsi. Sedangkan kontrak future, baik pembeli maupun penjual berkewajiban untuk melakukannya haknya.
  3. Pembeli kntrak future mendapat keuntungan apabila harga kontrak future naik, dan mendapat rugi apabila harga kontrak future turun.
  4. Pembeli opsi mendapat rugi sebesar call premium, dan memperoleh seluruh keuntungan pada saat harga opsi naik.
  5. Pada kontrak opsi, keuntungan option writer terbatas sebesar call premium.
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. PT BESTPROFIT FUTURES PONTIANAK - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger